preloader

Selamat Jalan Prof. Azyumardi Azra

Sivitas akademika Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera berduka cita atas berpulangnya Ketua Dewan Pers 2022-2025 yang juga merupakan Guru Besar Sejarah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta), Prof. Azyumardi Azra pada Minggu (18/9/2022) di Rumah Sakit Selangor, Malaysia.

Prof. Azyumardi yang menjabat sebagai Rektor UIN Jakarta sejak 1998 hingga 2006 membaktikan diri sepenuhnya untuk pendidikan di Indonesia, terutama pada soal relasi Islam dan Indonesia, demokrasi, dan hak asasi manusia. Atas dedikasi dan kontribusinya, Ratu Elizabeth II memberikan gelar ‘Commander of the Order of British Empire (CBE)’ kepada Prof. Azyumardi.

Bagi Ketua Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, Arief T. Surowidjojo, kepergian Prof. Azyumardi merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Prof. Azyumardi adalah sosok manusia Indonesia paripurna. Akademisi hebat dengan reputasi internasional, pemikir besar, dan penuntun bangsa menghadapi perubahan zaman, dan lebih lagi tokoh Islam yang memberi tauladan bagaimana Islam yang inklusif harus dilaksanakan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk ini.

Pada bulan ini, Prof. Azyumardi sempat memberikan orasi ilmiah bertajuk judul “Penegakan Hukum, Keadilan, dan HAM; Membangun Kepolisian dalam Demokrasi dan HAM” dalam acara Penerimaan Mahasiswa Baru 2022/2023 dan Wisuda Sarjana Tahun Akademik 2021/2022 STH Indonesia Jentera pada Kamis (8/9/2022) di Jakarta. Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Azyumardi menekankan pentingnya evaluasi terhadap penegakan hukum dan institusi penegak hukum yang belakangan tengah dalam sorotan publik. “Seperti tonggak membawa rebah. Saat ini aparat penegak hukum yang diharapkan sebagai tonggak, sebagai pelindung, sebagai tumpuan masyarakat sendiri yang merobohkan kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.

Institusi penegak hukum memiliki peranan yang sangat penting dalam mengawal tegaknya hukum untuk menjamin keadilan. Dalam kerangka dan semangat demokrasi, penegakan hukum oleh institusi penegak hukum harus dijalankan dengan tegas, setara, konsisten, dan merawat hak asasi manusia. Oleh karena itu, Prof. Azyumardi berpesan bahwa hukum tidak hanya harus tegak secara materiil, tetapi lebih penting dari itu, hukum juga harus memanusiakan. Aktualisasi dari semangat Pancasila yang kerap dikedepankan adalah semangat untuk menjamin keadilan bagi rakyat, menegakkan hukum dengan amanah, dan menjaga semangat pembaruan secara terus-menerus untuk kebaikan bersama.

Prof. Azyumardi juga berpesan kepada mahasiswa baru Jentera untuk membulatkan tekad belajar dengan sungguh-sungguh. Dengan semangat pembaruan hukum yang diusung Jentera, mahasiswa baru juga harus memiliki kepekaan dan dapat berkontribusi bagi masyarakat. Untuk wisudawan, Prof. Azyumardi berpesan bahwa kelulusan adalah momentum yang tepat untuk memainkan peran yang lebih besar dalam upaya pembaruan hukum dan pemajuan hak asasi manusia.

 

Unduh File:

STH Indonesia Jentera_Penegakan Hukum, Keadilan dan HAM_Prof Azyumardi Azra