Inayah Assegaf

 

Inayah Assegaf saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Kerjasama dan Pengembangan Masyarakat sekaligus sebagai salah seorang staf pengajar di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera. Bergabung sejak 2011, Inayah merupakan salah seorang perintis dari pendirian STH Indonesia Jentera, sebuah kampus yang didirikan untuk melahirkan para pembaru hukum. Sebelumnya, Inayah merupakan jurnalis dan anggota dewan redaksi Hukumonline, di mana ia banyak menulis soal perubahan hukum di Indonesia pasca reformasi 1998. Sebagai generasi pertama Hukumonline, Inayah ikut membentuk desain dan strategi pengembangan hukumonline sebagai portal hukum terdepan di Indonesia.

Dalam perjalanan karirnya, Inayah banyak terlibat dalam berbagai upaya strategis dalam reformasi hukum. Pada 2010, Inayah pernah menjadi National Short term Expert di GGIJ Project (Good Governance in the Indonesian Judiciary-European Union), yang membuat manual pelatihan untuk Mahkamah Agung Republik Indonesia. Pada 2015 lalu, Inayah tergabung dalam tim dari British Council dan STH Indonesia Jentera yang bekerja sama dengan kelompok kerja dari Mahkamah Agung Republik Indonesia, untuk menyusun modul pelatihan sertifikasi mediator di pengadilan. Inayah berpengalaman bekerja sebagai advokat, di mana ia pernah menangani kasus pro bono untuk PBH PERADI terkait kasus kriminal anak (juvenile criminal case). Inayah juga aktif terlibat dalam berbagai kampanye dan advokasi yang dilakukan dalam rangka mendukung KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) pada kurun 2009-2011.

Inayah merupakan salah seorang penulis buku “Analisis Hukum 2002: Jangan Tunggu Langit Runtuh” (Jakarta: PT Justika Siar Publika, 2003). Makalahnya yang berjudul “Lawyers and the Fight Against Corruption: Is The Legal Profession Part of the Problem or Part of the Solution?” pernah ia presentasikan di the International Conference on Legal Education yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga dan University of Washington Law School pada 2013. 

 

Pendidikan
Sarjana Hukum (S.H.) – Universitas Indonesia (2000)