Yunus Husein

Yunus Husein

Staf Pengajar

Yunus Husein merupakan Ketua Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera periode 2015-2020. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) pada 1981. Semenjak kuliah, Yunus sudah aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjadi mantan staf redaksi Majalah Hukum dan Pembangunan FH UI dan menjadi Sekretaris Jenderal Senat Mahasiswa FH UI. Ia kemudian melanjutkan sekolah di Washington College of Law, The American University, Amerika Serikat dan mendapat gelar Master of Laws (LL.M) dalam International Legal Studies pada 1986. Selanjutnya, mendapatkan gelar doktor dalam bidang Ilmu Hukum di Universitas Indonesia pada 2003.

Nama Yunus sudah dikenal dalam dunia hukum di Indonesia, terutama hukum perbankan. Ia memulai karir di Bank Indonesia (BI) sebagai staf pemeriksa keuangan semenjak 1982 sampai 1985, hingga memimpin Deputi Direktur Direktorat Hukum BI pada 2002. Selain itu, ia juga adalah Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang pertama pada 2002. 

Sesuai dengan pengalaman kerja dan pendidikannya, bidang keahlian hukum yang Yunus kuasai adalah Hukum Perbankan dan Tindak Pidana Pencucian Uang. Maka itu, ia juga kerap menjadi pembicara dalam seminar mengenai Hukum Perbankan, Kepailitan, Money Laundering, dan Know Your Customer.

Yunus tak hanya aktif di dunia hukum Indonesia, tetapi juga telah banyak mengabdikan diri di bidang pendidikan dengan menjadi staf pengajar dalam mata kuliah hukum perbankan di beberapa universitas, seperti menjadi dosen tidak tetap program reguler dan ekstensi FH UI sejak 1990, serta  dosen tidak tetap program pasca sarjana FH UI sejak 2001. Selain itu juga ia mengajar menjadi dosen tidak tetap mata kuliah Hukum Perbankan dan Jaminan Program Pascasarjana Universitas Pancasila pada 2001 sampai sekarang sekarang.

 

Pendidikan:
Sarjana Hukum (S.H.) – Universitas Indonesia (1981)
Master of Laws (LL.M.) Washington College of Law, The American University, Amerika Serikat (1986)
Doktor (Dr.) – Universitas Indonesia (2003)

Keunggulan Blended

Learning


  • Kuliah jadi lebih fleksibel, efektif, dan efisien
  • Medium belajar beragam
  • Tren belajar di masa depan

Mari bergabung dengan kami , Daftarkan dirimu sekarang!

Keunggulan Program Blended Learning:

  • Metode Belajar
  • Berada di antara komunitas pembaru hukum
  • Program Magang

Mari bergabung dengan kami , Daftarkan dirimu sekarang!

Kabar

Mahasiswa Jentera Terpilih Mengikuti IISMA 2021 di Michigan State University

Mahasiswa Jentera Angkatan IV, Aisyah Assyifa terpilih menjadi salah satu peserta Indonesian International Student Mobility […]

Pengajar Jentera Menjadi Ahli dalam Gugatan Tata Usaha Negara ke Kepala BNN

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Anugerah Rizki Akbari, menjadi ahli dalam sidang yang […]

Berbisnis di Tengah Kekacauan Hukum: Legalisme Iliberal di Indonesia

Berbisnis di tengah kekacauan hukum: Legalisme iliberal di Indonesia merupakan penelitian yang berangkat dari situasi […]

Perlunya Reformasi Sistem Peradilan Pidana untuk Mengatasi Overcrowding Lapas

Beberapa saat yang lalu kita dikejutkan oleh pemberitaan mengenai kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang […]

Tantangan Tata Kelola Pemerintahahan Daerah di Masa Pandemi

  Selama satu setengah tahun terakhir, banyak pemerintah daerah yang harus bekerja lebih keras dalam […]

Jentera Sambut Mahasiswa Baru dengan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus

STH Indonesia Jentera menyelenggarakan Orientasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2021/2020 pada 13-15 September 2021 secara […]

Orasi Ilmiah: Quo Vadis Kebebasan Akademik dan Tanggung Jawab Intelektual

Kebebasan berpikir, kebebasan akademik, dan kebebasan berpendapat merupakan hak universal dan penanda utama eksistensi kaum […]

Sambutan Ketua Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera dalam Wisuda Sarjana Ketiga dan Penerimaan Mahasiswa Baru Jentera Tahun 2021

Para Guru Besar, Pengajar, Sivitas Akademika dan Pimpinan, dan Anggota Senat Sekolah Tinggi Hukum Indonesia […]