Yunus Husein

Yunus Husein

Ketua STH Indonesia Jentera

Yunus Husein merupakan pengajar sekaligus Ketua Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) pada 1981. Semenjak kuliah, Yunus sudah aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjadi mantan staf redaksi Majalah Hukum dan Pembangunan FH UI dan menjadi Sekretaris Jenderal Senat Mahasiswa FH UI. Ia kemudian melanjutkan sekolah di Washington College of Law, The American University, Amerika Serikat dan mendapat gelar Master of Laws (LL.M) dalam International Legal Studies pada 1986. Selanjutnya, mendapatkan gelar doktor dalam bidang Ilmu Hukum di Universitas Indonesia pada 2003.

Nama Yunus sudah dikenal dalam dunia hukum di Indonesia, terutama hukum perbankan. Ia memulai karir di Bank Indonesia (BI) sebagai staf pemeriksa keuangan semenjak 1982 sampai 1985, hingga memimpin Deputi Direktur Direktorat Hukum BI pada 2002. Selain itu, ia juga adalah Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang pertama pada 2002. 

Sesuai dengan pengalaman kerja dan pendidikannya, bidang keahlian hukum yang Yunus kuasai adalah Hukum Perbankan dan Tindak Pidana Pencucian Uang. Maka itu, ia juga kerap menjadi pembicara dalam seminar mengenai Hukum Perbankan, Kepailitan, Money Laundering, dan Know Your Customer.

Yunus tak hanya aktif di dunia hukum Indonesia, tetapi juga telah banyak mengabdikan diri di bidang pendidikan dengan menjadi staf pengajar dalam mata kuliah hukum perbankan di beberapa universitas, seperti menjadi dosen tidak tetap program reguler dan ekstensi FH UI sejak 1990, serta  dosen tidak tetap program pasca sarjana FH UI sejak 2001. Selain itu juga ia mengajar menjadi dosen tidak tetap mata kuliah Hukum Perbankan dan Jaminan Program Pascasarjana Universitas Pancasila pada 2001 sampai sekarang sekarang.

 

Pendidikan:
Sarjana Hukum (S.H.) – Universitas Indonesia (1981)
Master of Laws (LL.M.) Washington College of Law, The American University, Amerika Serikat (1986)
Doktor (Dr.) – Universitas Indonesia (2003)

Keunggulan Blended

Learning


  • Kuliah jadi lebih fleksibel, efektif, dan efisien
  • Medium belajar beragam
  • Tren belajar di masa depan

Mari bergabung dengan kami , Daftarkan dirimu sekarang!

Keunggulan Program Blended Learning:

  • Metode Belajar
  • Berada di antara komunitas pembaru hukum
  • Program Magang

Mari bergabung dengan kami , Daftarkan dirimu sekarang!

Kabar

Podcast Bincang Jentera Episode 3: Sepak Bola Indonesia, Masih Ada Harapan?

Sepakbola Indonesia tidak hanya dapat dinikmati dari permainan dan kompetisinya. Lebih luas dari itu, juga […]

Meneropong Persaingan Usaha Sektor E-Commerce di tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 yang mewabah ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, kemudian banyak merubah pola kehidupan. Salah […]

Menakar Praktik Pembentukan Undang-Undang dan Tindakan Pemerintah Yang Melawan Putusan Pengadilan

Pemerintah dalam beberapa kesempatan melakukan tindakan yang melanggar putusan pengadilan baik dalam bentuk regulasi dan […]

Ulang Tahun ke-9, Jentera Luncurkan Podcast Bincang Jentera

Pada 1 Juli 2011, Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera didirikan oleh beberapa akademisi dan […]

Objektivitas Tuntutan Jaksa dalam Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Penuntut Umum mengajukan tuntutan 1 tahun penjara terhadap pelaku penyerangan Novel Baswedan. Alasan yang digunakan […]

Aksi Mahasiswa Hukum Melawan Covid-19

Pelaksanaan anjuran untuk jaga jarak fisik atau physical distancing merupakan suatu upaya untuk memutus rantai […]

Mitigasi Risiko dan Pencegahan Penyebaran Infeksi Covid-19 di Lingkungan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera

Menimbang masih tingginya angka kasus penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia serta memperhatikan Keputusan Gubernur DKI […]

Kepengurusan Baru BEM dan BPM STH Indonesia Jentera Tahun 2020-2021

Kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia […]