Program Peminatan

Program Peminatan

1. Bidang Peminatan Hukum Pidana

Peminatan hukum pidana diperuntukkan bagi mahasiswa yang kelak ingin mengembangkan kariernya sebagai akademisi, hakim, jaksa, ataupun pengajcara. Mata kuliah yang diberikan pada peminatan pidana difokuskan pada penguatan dasar-dasar pidana. Untuk memperdalam pemahaman, terdapat beberapa mata kuliah lanjutan yang disediakan, seperti mata kuliah Pembuktian, Kriminologi, Viktimologi. Di samping itu, mahasiswa juga akan mendapatkan mata kuliah praktik ajudikasi yang terkait dengan hukum pidana. Dengan memilih kelompok dalam bidang peminatan itu, peserta didik akan memiliki kemampuan dan menguasai hukum pidana secara mendalam.

2. Bidang Peminatan Hukum Bisnis

Bidang peminatan hukum bisnis ditujukan bagi mahasiswa yang ingin berkarier di bidang korporasi. Bidang peminatan itu tersusun sedemikian rupa sehingga peserta didik akan dapat menguasai kemampuan hukum di bidang transaksi dan aktivitas bisnis dan keuangan modern. Itu seperti hukum tentang pasar modal dan aspek-aspek terkait di dalamnya, antara lain hukum surat berharga, jual-beli perusahaan, macam-macam penggabungan atau peleburan perusahaan, hukum perbankan, hukum perbankan dan asuransi, dan hukum investasi. Dalam hubungan ini, beberapa mata kuliah pilihan bidang ilmu ekonomi disediakan untuk menunjang kemampuan peserta didik memahami dan menguasai hukum bisnis

Pemahaman peserta didik terhadap mata kuliah dasar yang meletakkan prinsip-prinsip hukum bisnis seperti asas-asas hukum perdata dan perikatan pada umumnya diberi perhatian khusus untuk mengokohkan kemampuan mereka pada bidang yang spesifik tentang hukum bisnis itu.

3. Bidang Peminatan Hukum Konstitusi

Bidang peminatan hukum konstitusi ditujukan bagi mahasiswa yang ingin mengkontribusikan pengetahuannya sebagai akademisi, perancang peraturan perundang-undangan, pengacara hukum konstitusi, ataupun mereka yang kelak berkeinginan menjadi hakim konstitusi. Peminatan ini akan banyak mengelaborasi tentang negara, antara lain dasar pendirian, struktur kelembagaan, pembentukan lembaga-lembaga negara, hubungan hukum (hak dan kewajiban) antarlembaga negara, wilayah, dan warga negara. Dalam program ini, terdapat beberapa pengertian yang menjadi fokus pembelajaran dan pendalaman, yaitu ‘Negara’, ‘Rechtstaat’, ‘Pemerintah’, ‘Undang-undang’, dan ‘Kebijakan’. Program studi itu mengupas pertanyaan-pertanyaan, seperti: Apa itu negara? Terdiri dari organ-organ apakah pemerintah itu? Kewenangan-kewenangan apa yang dimiliki organ-organ pemerintah itu? Siapa yang mengawasi tindakan-tindakan dari pemerintah dan asas-asas apa yang mendasari hubungan antara pemerintah dan rakyat, seperti pengakuan terhadap hak-hak asasi manusia.

Yang Membuat Jentera Berbeda

  • Metode Belajar
  • Berada di antara komunitas pembaru hukum
  • Program Magang

Mari bergabung dengan kami , Daftarkan dirimu sekarang!

Yang Membuat Jentera Berbeda

  • Metode Belajar
  • Berada di antara komunitas pembaru hukum
  • Program Magang

Mari bergabung dengan kami , Daftarkan dirimu sekarang!

Kabar

MITIGASI RISIKO DAN PENCEGAHAN PENYEBARAN INFEKSI COVID-19 DI LINGKUNGAN SEKOLAH TINGGI HUKUM INDONESIA JENTERA

Melihat perkembangan situasi terakhir wabah Covid-19 di Indonesia yang telah ditetapkan berstatus pandemi global, Pimpinan […]

Badan Pengelola Regulasi untuk Sistem Peraturan yang Lebih Baik

Permasalahan terkait regulasi yang umum terjadi di banyak negara adalah inkonsistensi pengaturan, absennya monitoring dan […]

Prinsip Finalitas dalam Putusan Pengadilan di Indonesia

Peninjauan Kembali merupakan suatu upaya hukum yang dapat ditempuh oleh terpidana dalam suatu kasus hukum […]

Tim Jentera meraih Best Presentation dalam Simposium Hukum Nasional 2019

Mahasiswa Jentera, Alviani Sabillah dan Aisyah Assyifa, menerima penghargaan Best Presentation dalam Simposium Hukum Nasional […]

STH Indonesia Jentera Menyelenggarakan Kursus Dasar Online tentang Hak Asasi Manusia (HAM)

STH Indonesia Jentera dengan dukungan Yayasan TIFA menyelenggarakan Kursus Dasar Online tentang Hak Asasi Manusia […]

OPIUM: Meninjau Kembali Definisi Terorisme dalam Konvensi ASEAN Mengenai Pemberantasan Terorisme

Bidang Studi Hukum Pidana STH Indonesia Jentera menyelenggarakan OPIUM (Obrolan Puri Imperium) bersama Pengajar Jentera, […]

Metode Belajar Socio-Legal: Sebuah Pengalaman dari STH Indonesia Jentera

Bivitri Susanti mewakili Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera berbicara tentang pengalaman Jentera dalam menerapkan metode […]

Kesalahan Penghukuman: Percakapan dengan Delphine Lourtau

Bidang Studi Hukum Pidana Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera menyelenggarakan diskusi publik berjudul “Wrongful Convictions: […]