Kabar

Tantangan Profesi Hukum dalam Isu Global

Posted by on 21/09/2016 in Kabar, Kegiatan

Konstitusi kita bersifat kerakyatan. Namun, produk peraturan perundang-undangannya tidak demikian. Cara pandang dalam proses perancangan peraturan dipengaruhi oleh cara pandang yang berkembang dalam masyarakat. Sebagai contoh, koruptor di Indonesia tidak dihukum langsung oleh masyarakat karena koruptor itu membangun rumah ibadah dan sekolah. Jadi, mereka tidak dikucilkan; berbeda dengan koruptor di Swiss. Masalah sosial berpengaruh terhadap penegakan hukum.

Pertumbuhan ekonomi yang menurun secara global juga punya pengaruh terhadap kebijakan yang tercermin dalam peraturan perundang-undangan. Maka itu, Arief Surowidjojo menjelaskan keadaan ekonomi global pada kuliah inspirasi dalam pertemuan perdana mata kuliah Sistem Hukum Indonesia pada 20 September 2016. Perhatian global juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, seperti krisis energi, jumlah cadangan pangan, meningkatnya radikalisme, konflik antarnegara, menurunnya kekuatan ekonomi dari negara-negara berkembang, perang melawan teroris, dan perubahan kepemimpinan di negara-negara yang dianggap punya kekuatan lebih.

Pertanyaan selanjutnya adalah apa arti semua data tersebut bagi orang hukum? Dalam situasi ekonomi memburuk, sesungguhnya ada peluang-peluang yang timbul bagi profesi hukum. Pada sektor bisnis, perusahaan akan melakukan efisiensi dengan cara merger dan akuisisi. Begitupun dengan skema pailit, negosiasi perpanjangan kontrak, negosiasi dengan buruh, dan banyak lagi. Semua kegiatan itu memerlukan jasa profesi hukum. Selain itu, profesi hukum yang bekerja di sektor publik juga menghadapi tantangan sendiri untuk memperbaiki sistem hukum melalui pembenahan hukum dan kebijakan.

Dengan tantangan yang semakin berat, sumber daya manusia di bidang hukum saat ini juga harus terus-menerus meningkatkan kompetensinya. Misalnya, merintis spesialisasi bidang hukum yang masih langka di Indonesia, membuka jalur kerja sama internasional, dan—yang tidak kalah penting—menjaga integritas. Pada akhir kuliahnya, Arief Surowidjojo berharap mahasiswa Jentera dapat menjadi pengacara andal yang mampu menjawab tantangan tersebut.

Penulis: APH
Editor: ES

 

Kabar

Pengajar Jentera Kritik Putusan Pengujian UU KPK

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Bivitri Susanti, menjadi salah satu narasumber dalam webinar […]

MK Dinilai Tidak Menggali Kebenaran dalam Putusan Pengujian UU KPK

Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera menyelenggarakan Diskusi Konstitusi dan Legisprudensi (DIKSI) bertajuk “Menyibak Putusan MK […]

Perkembangan Karir Pekerja Informasi Hukum

Perpustakaan Hukum Daniel S. Lev bekerja sama dengan Asosiasi Pekerja Hukum Indonesia (APIHI) menyelenggarakan Law […]

Ketua Jentera Resmi Melantik Ketua dan Wakil Ketua BEM serta Ketua BPM STH Indonesia Jentera 2021-2022

Pengurus baru Badan Eksekutif Mahasiswa dan Badan Perwakilan Mahasiswa STH Indonesia Jentera 2021-2022 dilantik secara […]

Jentera bersama OJK Menyelenggarakan Pelatihan Analisis Permasalahan Hukum Sektor Jasa Keuangan

STH Indonesia Jentera bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (OJK) menyelenggarakan pelatihan bertajuk […]

Proyeksi Desain Kelembagaan Penuntutan dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera menyelenggarakan diskusi Obrolan Puri Imperium (OPIUM) bertajuk “Proyeksi Desain […]

Pengajar STH Indonesia Jentera Terpilih Menjadi Juru Bicara Komisi Yudisial

Seluruh sivitas akademika Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera mengucapkan selamat atas terpilihnya Miko Ginting […]

Pengajar Jentera Menjadi Ahli dalam Persidangan Penghadangan Kegiatan Tambang untuk Hak Lingkungan

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Anugerah Rizki Akbari, menjadi ahli dalam persidangan yang […]