Kabar

Sudirman Said: Mematangkan Demokrasi

Posted by on 02/12/2016 in Kabar, Kuliah Tamu

Sudirman, begitulah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2014—Juli 2016 ini biasa dipanggil. Ia menjadi narasumber di STH Indonesia Jentera yang bertajuk “Mematangkan Demokrasi: Reformasi Institusional vs Kekuatan Personal”. Dalam kuliah umum itu, ia memberikan catatan terkait demokrasi dari pengalamannya. Kuliah itu diawali dengan cerita perjalanan kariernya hingga menjabat sebagai Menteri ESDM.

Jabatan politis yang kerap mendapat tawaran korupsi menunjukkan bahwa ada anggaran yang dikeluarkan untuk pejabat politis. Itulah yang menurutnya mengikis demokrasi. Selain persoalan korupsi, ada dua hal lain yang menjadi ujian demokrasi, yaitu konflik sosial serta kesenjangan dan pemerataan. Menurut Sudirman Said, sebagai praktisi, di mana saja tempatnya, banyak keputusan bergantung dengan keadaan politik.

Untuk mendukung argumentasinya dalam kuliah umum yang diselenggarakan pada Rabu, 30 November 2016, Sudirman menampilkan beberapa fakta. Misalnya, beberapa pemimpin daerah terbukti melakukan reformasi yang bahkan bukan berasal dari partai politik awalnya. Itu bisa terjadi karena idealisme mereka. Kemudian, ia juga menampilkan data Kompas yang menunjukkan rata-rata absensi anggota DPR dalam Rapat Paripurna. Ada juga produktivitas legislasi, usia ketua umum partai, dan peta pemimpin terjerat korupsi 5 tahun terakhir.

Sudirman percaya bahwa jika ingin melakukan perubahan, perlu ada banyak pemimpin bagus di tempat strategis. Meskipun prosedural demokrasi sudah berjalan baik, tetapi kontennya bergantung pada bagaimana orang ini berpikir dan bekerja. Menurutnya, ada tiga kesinambungan yang kait-mengait dalam transformasi kelembagaan, yaitu struktur, kebudayaan, dan orang-orangnya. Sudirman juga mengusulkan beberapa alternatif solusi yang bisa diperdebatkan, yaitu pendanaan parpol dengan APBN, penguatan kepemimpinan, pengembalian politik pada nilai luhurnya, dan ajakan kepada orang-orang baik untuk masuk politik.

Foto:

Video:

Penulis: APH

Kabar

Strategi untuk Melawan Impunitas

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Amnesty International Indonesia, Kelompok Kerja Indonesia-Belanda untuk Keadilan dan […]

Sekolah Aman dan Nyaman Tanpa Kekerasan Seksual

Ancaman kekerasan seksual yang menimpa anak dan remaja belakangan mendapat perhatian serius.  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, […]

Jentera Terbitkan Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus

STH Indonesia Jentera resmi memberlakukan Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di lingkungan kampus melalui […]

Pengaturan Tindak Perkosaan dalam RUU TPKS

Urgensi pengaturan perihal tindak perkosaan dalam Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) dapat […]

Aspek-aspek Nonhukum dari Impunitas

  Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Amnesty International Indonesia, Kelompok Kerja Indonesia-Belanda untuk Keadilan […]

RUU Hukum Acara Perdata di Persimpangan Jalan

Di tengah perkembangan zaman yang begitu pesat dan permasalahan masyarakat yang sangat beragam diperlukan instrumen […]

Jentera dan Kepaniteraan Mahkamah Agung Sepakati Kerja Sama Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia […]

Impunitas dalam Sistem Hukum Indonesia

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Amnesty International Indonesia, Kelompok Kerja Indonesia-Belanda untuk Keadilan dan […]