Kabar

STH Indonesia Jentera Kembali Menyelenggarakan Kursus Dasar Online tentang Hak Asasi Manusia (HAM)

Posted by on 20/04/2020 in Kabar, Kegiatan

STH Indonesia Jentera dengan dukungan Yayasan TIFA menyelenggarakan Kursus Dasar Online tentang Hak Asasi Manusia (HAM) periode dua. Kursus ini Kembali diselenggarakan dikarenakan tingginya minat peserta pada periode sebelumnya. Pada periode pertama, kursus ini diikuti oleh 60 peserta dari 245 pendaftar yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia ataupun luar negeri seperti Hongkong, Malaysia, Meksiko, hingga Rusia.

Kursus periode dua ini ditujukan utamanya untuk para aktivis HAM yang tertarik mendalami isu HAM dan bertukar pikiran mengenai perkembangan isu dan kasus-kasus HAM di tanah air dan internasional, kursus ini akan banyak menggunakan konteks lokal Indonesia baik dalam pembahasan maupun studi kasusnya.
Pendaftaran pelatihan periode dua ini dibuka sejak 9 – 17 April 2020, terdapat 242 pendaftar yang kemudian diseleksi menjadi 76 peserta kursus. Peserta kursus ini tersebar dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Solok, Pontianak, Bone-Bone, Bulukumba, hingga Timika. Profesi pendaftar juga sangat beragam, seperti pegiat isu hak asasi manusia, mahasiswa, dosen, pengacara publik, pegawai negeri, pekerja kreatif, hingga ibu rumah tangga.

Kursus ini memiliki 16 tema dengan durasi 16 minggu untuk aktivitas pembelajaran yang terdiri atas membaca bahan, menonton video/podcast, tugas, serta diskusi dengan pengajar melalui forum ataupun tatap muka. Kursus ini mengadopsi proses pembelajaran di perguruan tinggi di mana sistem pembelajarannya menggunakan sistem kredit semester (SKS). Kursus memiliki bobot sama dengan 3 SKS, di mana setiap satu SKS berbobot 50 menit untuk belajar mandiri, dan 50 menit untuk tatap muka.

Pengajar kursus ini adalah akademisi dan praktisi berpengalaman dan berintegritas, antara lain Bivitri Susanti, Fajri Nursyamsi, Haris Azhar, Putri Kanesia, Siti Rakhma Mary Herwati, Wahyudi Jafar, dan Zainal Abidin.

Pada akhir kursus, seluruh peserta yang memenuhi komponen penilaian akan mendapatkan sertifikat elektronik.
Selamat belajar!

Kabar

Pengajar Jentera Menjadi Ahli dalam Sidang Uji Materiil UU Minerba

Ketua Bidang Studi Hukum Pidana Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Anugerah Rizki Akbari, memberikan […]

OPIUM Jentera: Peluang Penerapan Prinsip-Prinsip Plea Bargain dalam Rancangan KUHAP

Guna memfasilitasi masukan yang menganggap Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) sudah tidak relevan dengan […]

Peluang Penerapan Prinsip-Prinsip Plea Bargain dalam Rancangan KUHAP

Saat diundangkan, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dinilai sebagai karya agung bangsa Indonesia, mengandung […]

Napak Tilas Jejak Cak Munir dalam Perjuangan Buruh

Munir, buruh, dan pekerja migran adalah ikon yang saling berikat kuat satu sama lain. Pada […]

RUU Hukum Acara Perdata dan Arah Reformasi Eksekusi Perdata

Pemerintah melalui instrumen perencanaan pembangunan nasional sudah menyinggung reformasi hukum perdata dan hukum acara perdata. […]

Peran Penting Bahasa dalam Pembentukan Hukum dan Kebijakan

Bidang Studi Dasar-dasar Ilmu Hukum STH Indonesia Jentera bersama Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia […]

Prinsip Pemidanaan dalam Rancangan KUHP

Pengajar Jentera, Anugerah Rizki Akbari dan Rifqi S. Assegaf menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk “Sentencing Principles […]

Mahasiswa Jentera Terbitkan Podcast Suara Jentera

Mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera mata kuliah Kewarganegaraan tahun 2021/2022 mengerjakan proyek kelompok dengan […]