Kabar

Solidaritas Kemajuan Hak Asasi Manusia di Asia

Posted by on 25/10/2016 in Kabar, Kegiatan

Demokrasi dan hak asasi manusia masih menjadi polemik di beberapa negara, tak terkecuali dalam lingkup Asia. Bahkan, salah satu titik awal lahirnya Asian Human Rights Charter (AHCR) adalah beberapa pemimpin negara di Asia menyatakan bahwa hak asasi manusia merupakan sesuatu yang asing (alien). Dalam konteks penegakan dan pemajuan hak asasi manusia, situasi di sebagian besar negara Asia juga dapat dikatakan masih pada level mengkhawatirkan.

Untuk itu, Bersih 2.0 dan Suara Rakyat Malaysia (SUARAM) mengadakan regional workshop dengan tema “Shrinking Democratic Space in South East Asia: a Critical Analysis and Call for Solidarity”. Acara yang diselenggarakan pada 19—20 Oktober 2016 bertempat di Kuala Lumpur itu dihadiri oleh sekitar 55 orang peserta dan beberapa tokoh hak asasi manusia. Selain regional workshop, turut juga diberikan penghargaan Gwangju Prize oleh May 18th Foundation kepada Bersih 2.0.

Miko Ginting, peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) dan pengajar Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, menjadi narasumber untuk salah satu tema, yaitu Right to Dissent and Institutional Reform. Bersama dengan Jose Luis Gascon (Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Filipina) dan Maria Chin (Chairman of Bersih), Miko membahas situasi terkini di Indonesia dan analisis terhadap tantangan hak asasi manusia ke depan. “Karakteristik dan tantangan hak untuk berbeda serta reformasi kelembagaan pada beberapa negara Asia dapat dikatakan sama. Perbedaannya hanya pada level dan skalanya. Untuk itu, acara ini harapannya menjadi momen untuk merajut solidaritas bersama dalam mendorong situasi dan kondisi pemajuan hak asasi manusia yang lebih baik”, ujar Miko.

 

Penulis: MSG

Editor: APH

Kabar

Mahasiswa Jentera Terpilih Mengikuti IISMA 2021 di Michigan State University

Mahasiswa Jentera Angkatan IV, Aisyah Assyifa terpilih menjadi salah satu peserta Indonesian International Student Mobility […]

Pengajar Jentera Menjadi Ahli dalam Gugatan Tata Usaha Negara ke Kepala BNN

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Anugerah Rizki Akbari, menjadi ahli dalam sidang yang […]

Berbisnis di Tengah Kekacauan Hukum: Legalisme Iliberal di Indonesia

Berbisnis di tengah kekacauan hukum: Legalisme iliberal di Indonesia merupakan penelitian yang berangkat dari situasi […]

Perlunya Reformasi Sistem Peradilan Pidana untuk Mengatasi Overcrowding Lapas

Beberapa saat yang lalu kita dikejutkan oleh pemberitaan mengenai kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang […]

Tantangan Tata Kelola Pemerintahahan Daerah di Masa Pandemi

  Selama satu setengah tahun terakhir, banyak pemerintah daerah yang harus bekerja lebih keras dalam […]

Jentera Sambut Mahasiswa Baru dengan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus

STH Indonesia Jentera menyelenggarakan Orientasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2021/2020 pada 13-15 September 2021 secara […]

Orasi Ilmiah: Quo Vadis Kebebasan Akademik dan Tanggung Jawab Intelektual

Kebebasan berpikir, kebebasan akademik, dan kebebasan berpendapat merupakan hak universal dan penanda utama eksistensi kaum […]

Sambutan Ketua Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera dalam Wisuda Sarjana Ketiga dan Penerimaan Mahasiswa Baru Jentera Tahun 2021

Para Guru Besar, Pengajar, Sivitas Akademika dan Pimpinan, dan Anggota Senat Sekolah Tinggi Hukum Indonesia […]