Kabar

Seluk-Beluk Peraturan Perundangan-undangan dari Badan Keahlian DPR

Posted by on 31/03/2016 in Kabar

Seluk-Beluk Peraturan Perundangan-undangan dari Badan Keahlian DPR

Dalam rangka mata kuliah Penalaran Hukum, mahasiswa Jentera belajar di luar kelas. Kali ini, mereka mengunjungi Sekretarian Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk bertemu dengan Badan Keahlian DPR. Ada tiga orang yang mewakili Badan Keahlian dan menyambut mahasiswa pada 31 Maret 2016, yaitu Riris Khatarina (Peneliti), Wiwin (Perancang UU Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri), dan Najib (Perancang UU Bidang Kesejahteraan Rakyat).

Mahasiswa mendapat gambaran singkat struktur Badan Keahlian DPR serta proses perancangan undang-undang. Dalam penjelasan tentang proses perancangan undang-undang, mahasiswa dijelaskan dari proses tahapan pembentukan, macam-macam pengusul penyusunan undang-undang, dan penjelasan lebih lanjut proses penyusunan undang-undang dari pengusul DPR.

Selanjutnya, Prolegnas menjadi topik diskusi, baik dari penyusunan, penyiapan pembuatan naskah akademik dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU), pembahasan RUU di DPR, serta tataran teknis dan keadaan realitas ketika pembahasan dilakukan. Demikian penjelasan Najib. Selain proses yang sudah disebutkan, unsur politis juga begitu kental sepanjang proses.

Materi dilanjutkan dengan pembahasan terkait dokumen-dokumen, para pihak yang terlibat, serta peran dan kemanfaatan dokumen-dokumen dalam proses pembentukan UU yang disampaikan oleh Riris Khatarina, Pemilihan kata dalam penyusunan undang-undang serta teknik mendapatkan dokumen juga dibahas lebih lanjut. Dari pemaparan terkait dokumen itu, terpapar jelas praktik dalam mendapatkan dokumen masih punya banyak tantangan, terutama anggaran.

Pada ujung acara, beberapa mahasiswa diberikan kesempatan bertanya. Ada pertanyaan terkait partisipasi masyarakat, pengaruh bahasa dalam penyebaran undang-undang, juga strategi untuk menghindari judicial review. Setelahnya, mahasiswa diajak berkeliling ruangan-ruangan rapat. Dengan demikian, mereka tahu “dapur” pembuatan peraturan perundang-undangan.

Kabar

Call For Paper Jentera: Jurnal Hukum Edisi Vol. 4 No. 2 (2021)

Jentera bertujuan memfasilitasi dan mendorong pembaruan hukum dan kebijakan di Indonesia, mempublikasikan kajian-kajian bidang hukum […]

Mahasiswa Jentera Terpilih Mengikuti IISMA 2021 di Michigan State University

Mahasiswa Jentera Angkatan IV, Aisyah Assyifa terpilih menjadi salah satu peserta Indonesian International Student Mobility […]

Pengajar Jentera Menjadi Ahli dalam Gugatan Tata Usaha Negara ke Kepala BNN

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Anugerah Rizki Akbari, menjadi ahli dalam sidang yang […]

Berbisnis di Tengah Kekacauan Hukum: Legalisme Iliberal di Indonesia

Berbisnis di tengah kekacauan hukum: Legalisme iliberal di Indonesia merupakan penelitian yang berangkat dari situasi […]

Perlunya Reformasi Sistem Peradilan Pidana untuk Mengatasi Overcrowding Lapas

Beberapa saat yang lalu kita dikejutkan oleh pemberitaan mengenai kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang […]

Tantangan Tata Kelola Pemerintahahan Daerah di Masa Pandemi

  Selama satu setengah tahun terakhir, banyak pemerintah daerah yang harus bekerja lebih keras dalam […]

Jentera Sambut Mahasiswa Baru dengan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus

STH Indonesia Jentera menyelenggarakan Orientasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2021/2020 pada 13-15 September 2021 secara […]

Orasi Ilmiah: Quo Vadis Kebebasan Akademik dan Tanggung Jawab Intelektual

Kebebasan berpikir, kebebasan akademik, dan kebebasan berpendapat merupakan hak universal dan penanda utama eksistensi kaum […]