Kabar

Prinsip Finalitas dalam Putusan Pengadilan di Indonesia

Posted by on 21/02/2020 in Kegiatan

Peninjauan Kembali merupakan suatu upaya hukum yang dapat ditempuh oleh terpidana dalam suatu kasus hukum terhadap suatu putusan pengadilan. Peninjauan Kembali memiliki semangat untuk memperbaiki kesalahan yang mungkin dilakukan oleh hakim. Salah dan keliru adalah bagian dari menjadi menjadi manusia, oleh karena itu individu berhak untuk mendapatkan putusan yang benar harus dilindungi.

Di Indonesia, fungsi Peninjauan Kembali yang lebih mengemuka (baik dalam regulasi maupun pendapat para ahli dan praktisi) adalah mengoreksi kesalahan (correction of error) pada putusan final. Sementara, fungsi menjaga finalitas (maintaining finality) putusan pengadilan hampir tidak ada yang menyinggung.

Hal tersebut disampaikan oleh pengajar STH Indonesia Jentera, Binziad Kadafi dalam diskusi Prinsip Finalitas dalam Putusan Pengadilan di Indonesia yang diselenggarakan pada oleh STH Indonesia Jentera dan PSHK Indonesia pada Selasa (18/2/2020) di Jakarta. Hadir sebagai penanggap adalah Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Prof. Topo Santoso, dengan moderator Direktur Eksekutif PSHK, Gita Putri Damayana.

Diskusi ini membahas disertasi karya Binziad Kadafi, Ph.D. berjudul “Finality and fallibility in the Indonesian revision system: Forging the middle ground” yang telah dipertahankan dalam sidang terbuka di Tilburg University, Belanda, pada Desember 2019.

Lebih lanjut, Binziad menilai saat ini Peninjauan Kembali kerap dianggap sebagai tahapan peradilan keempat atau sebagai banding ketiga. Bahkan di perkara-perkara tertentu, Peninjauan Kembali sudah dijadikan sebagai pengganti dari banding biasa.

Binziad juga memaparkan beberapa pendapat yang menentang Peninjauan Kembali seperti biaya yang mahal, mengamncam reputasi peradilan di mata publik, tidak berguna bagi terdakwa, potensial membatasi hak terdakwa karena prospek tuntutan ulang dan kurang akurat karena lewatnya waktu dan pengadilan yang jauh. Sementara, pendapat yang mendukung Peninjauan Kembali didasarkan karena Peninjauan Kembali dapat mengoreksi keasalahan, meningkatkan akurasi, memulihkan kepercayaan publik, mendorong perdamaian di masyarakat, dan mendorong kesatuan.

Dalam tanggapannya, Prof. Topo Santoso menilai disertasi ini merupakan jembatan antara pihak yang menolak dan setuju dengan Peninjauan Kembali. Lebih lanjut, Prof. Topo menilai fungsi Peninjauan Kembali untuk menjaga finalitas (maintaining finality) putusan pengadilan dalam konteks Indonesia sangat sulit karena terlalu banyak variabel yang harus dipenuhi. Ia juga berharap temuan Binziad dalam disertasinya dapat menjadi bahan bacaan penting dan dibahas oleh para pengambil kebijakan.

Video diskusi dapat disaksikan di sini, sementara disertasi lengkap dapat di halaman ini.

Kabar

Kepengurusan Baru BEM dan BPM STH Indonesia Jentera Tahun 2020-2021

Kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia […]

Berkenalan dengan Berbagai Profesi Hukum

Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya […]

Kerjasama Jentera-Sekolah.mu Membahas Isu Ketenagakerjaan Di Tengah Pandemi Covid-19

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, M. Nur Sholikin, menjadi narasumber dalam program Kelas.mu Belajar […]

STH Indonesia Jentera Kembali Menyelenggarakan Kursus Dasar Online tentang Hak Asasi Manusia (HAM)

STH Indonesia Jentera dengan dukungan Yayasan TIFA menyelenggarakan Kursus Dasar Online tentang Hak Asasi Manusia […]

Bincang Jentera Online: Menjaga Mental Tetap Sehat di Tengah Pandemi untuk Mahasiswa Rantau

Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera menyelenggarakan Bincang Jentera Online bertajuk “Menjaga Mental Tetap Sehat di […]

Bincang Jentera Online: Catatan Kebijakan Penanganan Covid-19 pada Sistem Peradilan Pidana

Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera menyelenggarakan Bincang Jentera Online bertajuk “Catatan Kebijakan Penanganan Covid-19 pada […]

Bincang Jentera Online: Memahami Kedaruratan Kesehatan Masyarakat

Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera menyelenggarakan Bincang Jentera Online bertajuk “Memahami Kedaruratan Kesehatan Masyarakat” pada […]

MITIGASI RISIKO DAN PENCEGAHAN PENYEBARAN INFEKSI COVID-19 DI LINGKUNGAN SEKOLAH TINGGI HUKUM INDONESIA JENTERA

Melihat perkembangan situasi terakhir wabah Covid-19 di Indonesia yang telah ditetapkan berstatus pandemi global, Pimpinan […]