Kabar

Penyusunan Argumentasi dan Abstrak dalam Jurnal Ilmiah

Posted by on 20/10/2016 in Kabar, Kegiatan

Selain menjadikannya sebagai rujukan, para akademisi Indonesia juga diharapkan dapat berkontribusi dalam percakapan akademis internasional melalui penulisan dalam jurnal ilmiah internasional. Membaca tantangan itu, STH Indonesia Jentera bersama Lexika—organisasi nirlaba yang bertujuan membantu cendekiawan Indonesia untuk dapat menulis karya ilmiah dalam bahasa Inggris dengan baik—mengadakan pelatihan “Pivotal Skills in Academic Writing”. Pelatihan ini ditujukan bagi mahasiswa S1, S2 dan S3, dan akademisi yang sedang dalam proses mempublikasikan karyanya di jurnal dengan peer-review.

 

Bagaimanakah cara membangun argumen dalam penulisan jurnal ilmiah internasional? Pertanyaan itu memantik diskusi beberapa peserta dengan latar belakang disiplin yang berbeda-beda di salah satu ruangan kelas STH Indonesia Jentera pada Selasa, 18 Oktober 2016. Upik Djalins, PhD dari Lexika memandu dengan memberikan beberapa bahan bacaan. Peserta membedah argumentasi yang diajukan dari beberapa penulis dengan menguraikan claim dan evidence yang terpapar dalam jurnal ilmiah internasional. Tidak berhenti di situ, peserta juga diminta untuk menuliskan ulang argumen dalam naskah akademis yang dibawanya untuk dibahas bersama. Dengan demikian, peserta semakin memahami struktur argumentasi. Selain itu, peserta juga mendapat informasi baru terkait tulisan akademis peserta lain.

 

Argumentasi tersebut juga harus terlihat jelas dalam abstrak. Abstrak menjadi bagian penting dalam penulisan jurnal ilmiah karena itulah yang biasanya dilihat oleh pembaca dan editor jurnal ilmiah. Dengan hanya membaca abstrak, pembaca—termasuk editor—sebaiknya bisa mendapat gambaran dari keseluruhan tulisan dalam artikel yang bersangkutan. Demikianlah yang diutarakan oleh Upik Djalins, PhD pada Rabu, 19 Oktober 2016. Untuk lebih memahaminya, peserta diberikan beberapa contoh abstrak yang diambil dari jurnal ilmiah. Peserta pun mengurai satu per satu abstrak itu. Seperti hari sebelumnya, peserta diminta untuk menuliskan kembali abstrak yang sudah dibuat sesuai dengan informasi yang baru didapat. Dari situ, peserta mendapat tanggapan dari narasumber dan peserta lain.

 

Selesai bicara soal abstrak, peserta diajak melihat perangkat lunak yang memudahkan akademisi menuliskan rujukan. Perangkat ini dapat membantu para akademisi untuk menuliskan kutipan dan daftar pustaka sehingga menghindari plagiarisme. Beberapa panduan agar tidak terjebak dalam penulisan plagiarisme turut dibahas. Tentu saja, diskusi itu juga membawa pembicaraan lain seputar etika akademis. Pelatihan selama dua hari itu diakhiri dengan cara pencarian jurnal ilmiah yang sesuai dengan bidang ilmu dan juga disiplin yang dianut para akademisi. Pelatihan ini mengingatkan kembali peran akademisi untuk berkontribusi pada percakapan ilmu dan pentingnya memiliki komunitas peer-review agar bisa terus mengembangkan ilmu pengetahuan yang dimiliki. (APH)

Kabar

Mengenal Berbagai Profesi Hukum Bersama SMAN 2 Jakarta

  STH Indonesia Jentera menyelenggarkan kunjungan #JenteraMenyapa ke SMAN 2 Jakarta dengan tema “Mengenal Profesi Hukum” pada […]

Pengajar Jentera Nilai Terjadi Pelambatan Demokrasi di Indonesia

  Pengajar Jentera, Bivitri Susanti menjadi salah satu narasumber dalam Asia in Review (AiR) online […]

Pengajar STH Indonesia Jentera Terpilih Menjadi Anggota Komisi Yudisial

Seluruh sivitas akademika STH Indonesia Jentera mengucapkan selamat atas terpilihnya Binziad Kadafi sebagai Anggota Komisi […]

STH Indonesia Jentera Menyelenggarakan Training Advokasi Kebijakan Publik secara Daring

STH Indonesia Jentera menyelenggarakan pelatihan secara daring bertema “Understanding Law and Policy Advocacy: To Create […]

Pengajar Jentera Terlibat Aktif dalam Upaya Penguatan Pendidikan Hukum di Indonesia Timur

Pengajar STH Indonesia Jentera, Bivitri Susanti, menjadi salah satu narasumber dalam salah satu sesi Week […]

STH Indonesia Jentera Berpartisipasi dalam Anti-Corruption Summit-4 2020

STH Indonesia Jentera berpartisipasi dalam agenda Anti-Corruption Summit-4 2020 yang diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi […]

Sambutan Ketua STH Indonesia Jentera Terpilih Periode 2020-2024

  Sambutan Ketua STH Indonesia Jentera terpilih pada proses serah terima jabatan kepengurusan STH Indonesia […]

Pergantian Pengurus STH Indonesia Jentera

  Kepengurusan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera baru saja berganti. Pada Kamis, 12 November 2020 […]