Nastasha Abigail

Nastasha Abigail

Tim Media dan Publikasi

Sarjana Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik – Universitas Pelita Harapan (2009)

“Menjadi benar sendirian pasti lebih susah daripada menjadi salah bersama-sama.” Itulah alasan yang mendasari Abigail—panggilannya—untuk bergabung dengan STH Indonesia Jentera. Baginya, STH Indonesia Jentera mempunyai kontribusi baik, khususnya dalam bidang hukum dan kebijakan. Walaupun ia bukan berlatar belakang hukum, ia ingin bisa berkontribusi sebisa mungkin untuk melalukan sesuatu yang berguna bagi orang lain, khususnya yang menyangkut hak setiap manusia. Ia tergabung dalam Tim Media dan Publikasi di STH Indonesia Jentera sejak 2015. Lulusan Komunikasi Jurnalistik di Universitas Pelita Harapan ini memastikan pesan-pesan baik dari STH Indonesia Jentera bisa tersampaikan dan diterima oleh masyarakat.

Kreativitas. Mungkin itulah yang selalu diusung Abigail dalam kehidupan sehari-harinya. Ia biasa meramaikan suasana di kantor pada sore hari selepas jadwal siaran sehari-harinya di 101 JAK FM. Ia membuat rencana aktivitas media sosial mingguan dan juga membicarakan strategi-strategi komunikasi STH Indonesia Jentera. Setelahnya, ia biasanya masih melanjutkan hari dengan melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh ruangrupa. Pada beberapa acara, ia juga bisa dilihat di panggung-panggung bersama grup musik Pandai Besi dan Folk-A-Gogo.

Selain itu, ia suka membuat karya seni. Harapan Abigail, karya yang ia buat bisa memberikan dampak baik untuk orang lain. Harapan serupa untuk STH Indonesia Jentera agar selalu dapat melahirkan pembaru hukum yang punya kepedulian sosial yang lebih besar daripada kepedulian terhadap dirinya sendiri, begitu kata Abigail. Kepedulian Abigail terhadap keluarga juga tercermin dari perkataannya di tengah aktivitasnya yang beragam, “Tentunya, waktu ada kalau disediakan. Oleh karena itu, sebisa mungkin saya menyediakan waktu rutin untuk berkumpul bersama keluarga.”

Keunggulan Blended

Learning


  • Kuliah jadi lebih fleksibel, efektif, dan efisien
  • Medium belajar beragam
  • Tren belajar di masa depan

Mari bergabung dengan kami , Daftarkan dirimu sekarang!

Keunggulan Program Blended Learning:

  • Metode Belajar
  • Berada di antara komunitas pembaru hukum
  • Program Magang

Mari bergabung dengan kami , Daftarkan dirimu sekarang!

Kabar

Pengajar Jentera Menjadi Ahli dalam Sidang Uji Materiil UU Minerba

Ketua Bidang Studi Hukum Pidana Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Anugerah Rizki Akbari, memberikan […]

OPIUM Jentera: Peluang Penerapan Prinsip-Prinsip Plea Bargain dalam Rancangan KUHAP

Guna memfasilitasi masukan yang menganggap Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) sudah tidak relevan dengan […]

Peluang Penerapan Prinsip-Prinsip Plea Bargain dalam Rancangan KUHAP

Saat diundangkan, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dinilai sebagai karya agung bangsa Indonesia, mengandung […]

Napak Tilas Jejak Cak Munir dalam Perjuangan Buruh

Munir, buruh, dan pekerja migran adalah ikon yang saling berikat kuat satu sama lain. Pada […]

RUU Hukum Acara Perdata dan Arah Reformasi Eksekusi Perdata

Pemerintah melalui instrumen perencanaan pembangunan nasional sudah menyinggung reformasi hukum perdata dan hukum acara perdata. […]

Peran Penting Bahasa dalam Pembentukan Hukum dan Kebijakan

Bidang Studi Dasar-dasar Ilmu Hukum STH Indonesia Jentera bersama Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia […]

Prinsip Pemidanaan dalam Rancangan KUHP

Pengajar Jentera, Anugerah Rizki Akbari dan Rifqi S. Assegaf menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk “Sentencing Principles […]

Mahasiswa Jentera Terbitkan Podcast Suara Jentera

Mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera mata kuliah Kewarganegaraan tahun 2021/2022 mengerjakan proyek kelompok dengan […]