Marsilam Simanjutak

Marsilam Simanjutak

Tentang

Marsilam Simanjuntak mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 1989, sebelumnya ia memperoleh gelar Sarjana Kedokteran pada 1971 dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Marsilam pernah aktif dalam gerakan mahasiswa periode 1960-an yang menentang pemberlakuan Demokrasi Terpimpin pada era Presiden Soekarno, ia juga merupakan aktivis Fordem (Forum Demokrasi). Ia menjabat sebagai Sekretaris Kabinet serta menjadi Menteri Kehakiman pada Juni 2001, era Presiden Abdurrahman Wahid. Ia juga pernah menjabat Jaksa Agung Republik Indonesia periode Juli—Agustus 2001 serta sempat menjabat sebagai kepala Unit Kerja Presiden Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R) yang saat ini dikenal dengan sebutan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) pada 2006—2009.

Selain menduduki beberapa jabatan di pemerintah, ia pernah mengawali kariernya sebagai dokter penerbangan di Maskapai Penerbangan Garuda. Kemudian, pada 2003—2005, ia dipilih menjadi Komisaris Utama PT Garuda Indonesia.

Bidang Keahlian

Marsilam memiliki bidang keahlian dalam Hukum Tata Negara. Keahlian itu salah satunya terlihat dari buku yang ditulisnya dengan judul Pandangan Negara Integralistik (1994). Itu merupakan hasil penelitian skripsinya yang berjudul “Unsur Hegelian dalam Pandangan Negara Integralistik”.

Pengalaman Mengajar

Atas dasar pengalamannya dalam bidang hukum dan reformasi, Marsilam menjadi pengajar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Aktivitas

Tahun Aktivitas
2006-2009 Kepala Unit Kerja Presiden Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R)
2003-2005 Komisaris Utama PT Garuda Indonesia.
2001 Menteri Kehakiman
Jaksa Agung Republik Indonesia
Dokter Penerbangan di Maskapai Penerbangan Garuda
Aktivis Fordem (Forum Demokrasi)
Sekretaris Kabinet

Publikasi

Tahun Publikasi
1994 Pandangan Negara Integralistik (Jakarta: Penerbit Graffiti, 1994).

Keunggulan Blended

Learning


  • Kuliah jadi lebih fleksibel, efektif, dan efisien
  • Medium belajar beragam
  • Tren belajar di masa depan

Mari bergabung dengan kami , Daftarkan dirimu sekarang!

Keunggulan Program Blended Learning:

  • Metode Belajar
  • Berada di antara komunitas pembaru hukum
  • Program Magang

Mari bergabung dengan kami , Daftarkan dirimu sekarang!

Kabar

Jentera dan KOMPAK Menyelenggarakan Pelatihan Advokasi Kebijakan Publik

STH Indonesia Jentera bekerja sama dengan Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) menyelenggarakan pelatihan […]

Pengajar Jentera Dilantik Menjadi Hakim Ad Hoc Tipikor Pengadilan Negeri Palangkaraya

Seluruh sivitas akademika Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera mengucapkan selamat atas terpilihnya Muji Kartika […]

Empat Perguruan Tinggi Hukum Menyerahkan Prosiding Konsultasi Nasional Pembaruan KUHP 2021 pada Kementerian Hukum dan HAM RI dan Tim Perumus RKUHP

Pusat Studi Kebijakan Kriminal Universitas Padjadjaran, Pusat Pengembangan Riset Sistem Peradilan Pidana (PERSADA) Universitas Brawijaya, […]

Jentera Jalin Kerja Sama dengan SBM ITB

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera menandatangani Perjanjian Nota Kesepahaman dengan Sekolah Bisnis dan Manajamen […]

Jentera bersama BI Menyelenggarakan Pelatihan Hukum Siber dan Keuangan Digital

STH Indonesia Jentera bekerja sama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Hukum Siber dan Keuangan […]

Memahami Permasalahan Kelompok Rentan Berhadapan dengan Hukum

Kondisi buruk kerap dihadapi anak-anak saat berhadapan dengan hukum dalam posisi sebagai tersangka atau terdakwa. […]

Pentingnya Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) bagi Organisasi

Pemahaman perihal tindak korupsi menjadi hal yang penting sebagai salah satu upaya pemberantasan korupsi itu […]

Jentera dan SMAS Citra Kasih Jakarta Selenggarakan Diskusi terkait Bullying

Merujuk data U.S. Department of Health and Human, perilaku bullying atau perisakan dalam bahasa Indonesia, […]