Eri Hertiawan

Eri Hertiawan

Staf Pengajar

Eri Hertiawan meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Katolik Parahyangan pada 1992. Gelar Master Hukum ia peroleh dari University of Queensland, Australia pada 2005. Saat ini, Eri merupakan partner di firma hukum Assegaf, Hamzah & Partners. Eri merupakan pengacara yang berpengalaman dalam ranah sengketa komersial, penyelesaian sengketa alternatif, dan hukum penerbangan. 

Dengan pengalamannya tersebut, Ery kerap mendapat penghargaan, antara lain disebut sebagai “Dispute Resolution Star for Commercial and Transactions, International Arbitration” oleh Benchmark Litigation pada 2018, Market-Leading Lawyer for Dispute Resolution & Litigation” oleh Asialaw pada 2017 dan 2018, serta “Dispute Star of the Year 2015″ oleh Asialaw dalam Asia Pacific Dispute Resolution Award pada 2015.


Pendidikan:

Sarjana Hukum (S.H.) – Universitas Katolik Parahyangan (1992)
Master of Laws (LL.M) – University of Queensland, Australia (2005)

Keunggulan Blended

Learning


  • Kuliah jadi lebih fleksibel, efektif, dan efisien
  • Medium belajar beragam
  • Tren belajar di masa depan

Mari bergabung dengan kami , Daftarkan dirimu sekarang!

Keunggulan Program Blended Learning:

  • Metode Belajar
  • Berada di antara komunitas pembaru hukum
  • Program Magang

Mari bergabung dengan kami , Daftarkan dirimu sekarang!

Kabar

Strategi untuk Melawan Impunitas

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Amnesty International Indonesia, Kelompok Kerja Indonesia-Belanda untuk Keadilan dan […]

Sekolah Aman dan Nyaman Tanpa Kekerasan Seksual

Ancaman kekerasan seksual yang menimpa anak dan remaja belakangan mendapat perhatian serius.  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, […]

Jentera Terbitkan Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus

STH Indonesia Jentera resmi memberlakukan Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di lingkungan kampus melalui […]

Pengaturan Tindak Perkosaan dalam RUU TPKS

Urgensi pengaturan perihal tindak perkosaan dalam Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) dapat […]

Aspek-aspek Nonhukum dari Impunitas

  Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Amnesty International Indonesia, Kelompok Kerja Indonesia-Belanda untuk Keadilan […]

RUU Hukum Acara Perdata di Persimpangan Jalan

Di tengah perkembangan zaman yang begitu pesat dan permasalahan masyarakat yang sangat beragam diperlukan instrumen […]

Jentera dan Kepaniteraan Mahkamah Agung Sepakati Kerja Sama Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia […]

Impunitas dalam Sistem Hukum Indonesia

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Amnesty International Indonesia, Kelompok Kerja Indonesia-Belanda untuk Keadilan dan […]