Kabar

Pengajar Jentera Menjadi Pemateri dalam The Global Summit 2021

Posted by on 21/01/2021 in Kabar, Kegiatan

Bivitri Susanti, menjadi salah satu narasumber dalam forum The Global Summit bertajuk “Constitutionalism in Indonesian’ Adolescent Democracy: The Dilemmas In the Third Largest Democracy”, yang diselenggarakan oleh the International Forum on the Future of Constitutionalism bekerjasama dengan the Constitutional Studies Program at the University of Texas at Austin, pada Sabtu (16/1/2021) secara daring.

Dalam kesempatan tersebut, Bivitri mengangkat pembahasan perihal peran Mahkamah Konstitusi dalam membentuk demokrasi di Indonesia. Bivitri menjelaskan bahwa Mahkamah Konstitusi dibentuk pada 2003 dan merupakan amanah dari amandemen ketiga UUD 1945 pada 2001. Menurutnya, Mahkamah Konstitusi telah mampu membangun perannya di antara lembaga hukum dan politik, guna advokasi persoalan konstitusional, dengan keputusan yang mengikat dan dihormati. Ia menambahkan bahwa proses tersebut merupakan upaya yudisialisasi politik, dengan menjadikan mahkamah sebagai sarana peradilan untuk menangani persoalan politik dan konstitusi.

Peran Mahkamah Konstitusi meliputi uji materi terhadap undang-undang, perselisihan antar lembaga negara, sengketa pemilu, hingga proses pemakzulan.t Sejak 2004, Mahkamah Konstitusi juga mengasumsikan jenis putusan inkonstitusional bersyarat dan konstitusional bersyarat. Hal tersebut menjadikan pengadilan secara efektif lebih condong pada peran “positive legislators”.

Pada Januari 2021, Mahkamah Konstitusi telah menangani uji materi terhadap undang-undang sebanyak 1.392 dari total 3.075 kasus. Uji materi tersebut berasal dari banyak kalangan seperti aktivis, akademisi, advokat, hingga partai politik. Aktivis, LSM, kalangan demokrasi, hingga akademisi cenderung mengajukan permohonan uji materi perihal reformasi politik seperti ambang batas suara guna pencalonan presiden atau idependensi KPK. Advokat cenderung mengangkat permohonan perihal hak klien mereka terkait dengan acara pidana. Sedangkan anggota partai politik cenderung mengajukan permohonan gw perihal sengketa hasil pemilu atau aturan pengunduran diri dari lembaga legislatif ketika akan mencalonkan diri dalam pilkada.

Selain Bivitri, narasumber lain yang turut hadir dan menyampaikan paparan dalam forum tersebut di antaranya adalah Susi Harijanti dari Universitas Padjajaran, Fritz Siregar dari Bawaslu RI, dan Stefanus Hendrianto dari University of San Francisco/Pontifical Gregorian University.

Kabar

Jentera dan KOMPAK Menyelenggarakan Pelatihan Advokasi Kebijakan Publik

STH Indonesia Jentera bekerja sama dengan Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) menyelenggarakan pelatihan […]

Pengajar Jentera Dilantik Menjadi Hakim Ad Hoc Tipikor Pengadilan Negeri Palangkaraya

Seluruh sivitas akademika Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera mengucapkan selamat atas terpilihnya Muji Kartika […]

Empat Perguruan Tinggi Hukum Menyerahkan Prosiding Konsultasi Nasional Pembaruan KUHP 2021 pada Kementerian Hukum dan HAM RI dan Tim Perumus RKUHP

Pusat Studi Kebijakan Kriminal Universitas Padjadjaran, Pusat Pengembangan Riset Sistem Peradilan Pidana (PERSADA) Universitas Brawijaya, […]

Jentera Jalin Kerja Sama dengan SBM ITB

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera menandatangani Perjanjian Nota Kesepahaman dengan Sekolah Bisnis dan Manajamen […]

Jentera bersama BI Menyelenggarakan Pelatihan Hukum Siber dan Keuangan Digital

STH Indonesia Jentera bekerja sama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Hukum Siber dan Keuangan […]

Memahami Permasalahan Kelompok Rentan Berhadapan dengan Hukum

Kondisi buruk kerap dihadapi anak-anak saat berhadapan dengan hukum dalam posisi sebagai tersangka atau terdakwa. […]

Pentingnya Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) bagi Organisasi

Pemahaman perihal tindak korupsi menjadi hal yang penting sebagai salah satu upaya pemberantasan korupsi itu […]

Jentera dan SMAS Citra Kasih Jakarta Selenggarakan Diskusi terkait Bullying

Merujuk data U.S. Department of Health and Human, perilaku bullying atau perisakan dalam bahasa Indonesia, […]