Kabar

Peluang Penerapan Prinsip-Prinsip Plea Bargain dalam Rancangan KUHAP

Posted by on 20/12/2021 in Kabar, Kegiatan

Saat diundangkan, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dinilai sebagai karya agung bangsa Indonesia, mengandung asas-asas yang inovatif, dan pengaturannya paralel dengan instrumen hukum internasional. Namun, saat ini, materi-materi yang diatur KUHAP sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman.

Dalam perkembangan berikutnya, Pemerintah merumuskan RUU KUHAP untuk menjawab kebutuhan tersebut. Salah satu isu menarik dalam dokumen tersebut adalah diaturnya jalur khusus, yang diatur dalam Pasal 199 RUU KUHAP, yang ditujukan untuk mempersingkat dan mempercepat prosedur beracara. Jalur khusus tersebut dinilai terinspirasi dari sistem plea bargaining yang berkembang di Amerika Serikat.

Sebelumnya telah dikatakan bahwa dalam NA RUU KUHAP, pengaturan jalur khusus dimaksudkan untuk memperkenalkan mekanisme plea bargaining yang biasanya diberlakukan di negara-negara yang menganut tradisi hukum common law. Penggunaan kata “perkenalan” terhadap mekanisme plea bargaining nampaknya untuk menegaskan bahwa mekanisme jalur khusus tidak serta-merta menerapkan konsep yang terdapat pada plea bargaining yang digunakan di negara lain.

Oleh karena itu, ICJR bekerjasama dengan Bidang Studi Hukum Pidana STHI Jentera akan mengadakan Obrolan Puri Imperium (OPIUM) dengan tema ”Peluang Penerapan Prinsip-Prinsip Plea Bargain dalam Rancangan KUHAP”.

🗓️ Hari/Tanggal:
Senin, 20 Desember 2021

🕰️ Waktu:
10.00-13.00 WIB

🖥️ Tempat:
Zoom Webinar https://bit.ly/webinarpleabargain

Live Streaming:
Youtube Sekolah Tinggi Hukum Jentera

Narasumber:

1) Dr. Febby Mutiara Nelson, S.H., M.H. (Akademisi Fakultas Hukum Universitas Indonesia)

2) Ichsan Zikry, S.H., LL.M. (Advokat/Akademisi Bidang Studi Hukum Pidana STHI Jentera)

3) Dr. Asep N. Mulyana, S.H., M.Hum. (Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat)

4) Nani Indrawati S.H., M.H. (Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pontianak)

Moderator:

Nur Ansar, S.H. (Peneliti Institute for Criminal Justice Reform)

 

File Download

STH Indonesia Jentera_Peluang Penerapan Prinsip-Prinsip Plea Bargain dalam Rancangan KUHAP_Ichsan Zikry

STH Indonesia Jentera_Peluang Penerapan Prinsip-Prinsip Plea Bargain dalam Rancangan KUHAP_Febby Mutiara Nelson

STH Indonesia Jentera_Peluang Penerapan Prinsip-Prinsip Plea Bargain dalam Rancangan KUHAP_Nani Indrawati

STH Indonesia Jentera_Peluang Penerapan Prinsip-Prinsip Plea Bargain dalam Rancangan KUHAP_Asep N. Mulyana

STH Indonesia Jentera_Peluang Penerapan Prinsip-Prinsip Plea Bargain dalam Rancangan KUHAP_Asep N. Mulyana

Kabar

Mendorong Reformasi Hukum Acara Perdata yang Berdimensi Kemudahan, Kekinian, dan Inklusif

Pengajar Jentera, Aria Suyudi didapuk menjadi salah satu narasumber dalam diskusi publik bertajuk “Mendorong Reformasi […]

Mengenang Peran Greg Churcill dalam Pembaruan Hukum di Indonesia

STH Indonesia Jentera bersama The Asia Foundation, Hukumonline, Lembaga Kajian dan Advokasi Independensi Peradilan (LeIP), […]

Jentera dan Astra International Menyelenggarakan Pelatihan Basic Legal

STH Indonesia Jentera bersama PT Astra International Tbk. menyeleggarakan Pelatihan Basic Legal pada Senin (30/5/2022) […]

Peluang Penghapusan Impunitas di Indonesia

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Amnesty International Indonesia, Kelompok Kerja Indonesia-Belanda untuk Keadilan dan […]

Mahasiswa Jentera Memenangkan Kompetisi Opini Legal UNISSULA Law Fair II 2022

Mahasiswa STH Indonesia Jentera, Osan Ramdan dan Ravina Isnar berhasil menjadi Juara Harapan I dalam […]

Muhammad Faiz Aziz Menjadi Pengajar Tamu di University of Santo Tomas Filipina

Pengajar STH Indonesia Jentera, Muhammad Faiz Aziz, menjadi pengajar tamu dalam mata kuliah Perbandingan Pemerintah […]

Strategi untuk Melawan Impunitas

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Amnesty International Indonesia, Kelompok Kerja Indonesia-Belanda untuk Keadilan dan […]

Sekolah Aman dan Nyaman Tanpa Kekerasan Seksual

Ancaman kekerasan seksual yang menimpa anak dan remaja belakangan mendapat perhatian serius.  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, […]