Kabar

Pelatihan Penyelesaian Sengketa Melalui Gugatan Sederhana (Small Claims Court)

Posted by on 09/02/2017 in Kabar, Kegiatan

“Pelatihan penyelesaian sengketa melalui gugatan sederhana yang diadakan oleh STH Indonesia Jentera telah memberikan ilmu baru yang tentunya sangat bermanfaat bagi kelancaran usaha saya dan keluarga.” Itu merupakan kutipan testimoni yang diberikan oleh seorang peserta di penghujung acara pelatihan. Para peserta lain pun sepakat untuk menyebarkan informasi yang telah didapatkan dari pelatihan. Dengan begitu, rekan kerja, rekanan bisnis, maupun para klien dari peserta juga akan mengetahui langkah apa yang harus diambil apabila terlibat dalam perkara yang dapat diselesaikan melalui mekanisme gugatan sederhana.

Pelatihan small claims court yang diadakan oleh STH Indonesia Jentera merupakan wujud nyata untuk melakukan sosialisasi peraturan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung, yaitu Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana (Perma Gugatan Sederhana). Hal itu berkaitan erat dengan keterlibatan peneliti PSHK, yang dalam hal ini juga terlibat sebagai pemateri dalam rangkaian acara pelatihan, karena secara langsung turut andil dalam proses penelitian maupun asistensi penyusunan Perma Gugatan Sederhana.

STH Indonesia Jentera sendiri telah melakukan perluasan topik dalam berbagai pelatihan yang menjadi agenda rutinnya. Hal itu terealisasi dengan diadakannya pelatihan penyelesaian sengketa melalui gugatan sederhana pada Selasa, 7 Februari 2017. Pelatihan itu dihadiri oleh 12 (dua belas) orang peserta yang meliputi advokat, dosen, bankir, maupun legal manager dari beberapa perusahaan. Adapun, rangkaian kegiatan terdiri dari empat sesi: pertama, pemaparan hukum acara gugatan sederhana dan temuan atas implementasi Perma Gugatan Sederhana yang disampaikan oleh Mulki Shader, peneliti PSHK. Kedua, pemaparan mengenai pengalaman berperkara dengan mekanisme gugatan sederhana di Pengadilan Negeri yang disampaikan oleh Fairus Harris, advokat. Ketiga, pelatihan untuk menyusun gugatan sederhana dan jawaban atas gugatan sederhana dengan menggunakan beberapa contoh kasus yang berpotensi terjadi dalam kehidupan sehari-hari, yang disampaikan oleh Ibnu Hakam Musais, peneliti PSHK. Keempat, pengukuhan materi dan sesi tanya jawab sebagai puncak kegiatan pelatihan yang disampaikan oleh Syamsul Maarif, S.H., LL.M., Ph.D., Hakim Agung Mahkamah Agung Republik Indonesia yang juga berperan sebagai Wakil Ketua Kelompok Kerja (Pokja) dalam penyusunan Perma Gugatan Sederhana.

Perma Gugatan Sederhana telah memberikan solusi bagi para pencari keadilan yang kerap kali dihantui oleh anggapan bahwa berperkara di pengadilan justru akan mengeluarkan biaya besar, memerlukan waktu yang relatif lama, dan melalui proses yang berbelit-belit. Padahal, perkara dengan nominal yang tidak begitu besar, yaitu di bawah Rp200 juta dapat digolongkan sebagai perkara sederhana. Prosesnya pun bisa tidak mahal, cepat, dan mudah.

 

Penulis: Ibnu Hakam Musais

Editor: Amalia Puri Handayani

 

Kabar

Pengajar Jentera Kritik Putusan Pengujian UU KPK

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Bivitri Susanti, menjadi salah satu narasumber dalam webinar […]

MK Dinilai Tidak Menggali Kebenaran dalam Putusan Pengujian UU KPK

Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera menyelenggarakan Diskusi Konstitusi dan Legisprudensi (DIKSI) bertajuk “Menyibak Putusan MK […]

Perkembangan Karir Pekerja Informasi Hukum

Perpustakaan Hukum Daniel S. Lev bekerja sama dengan Asosiasi Pekerja Hukum Indonesia (APIHI) menyelenggarakan Law […]

Ketua Jentera Resmi Melantik Ketua dan Wakil Ketua BEM serta Ketua BPM STH Indonesia Jentera 2021-2022

Pengurus baru Badan Eksekutif Mahasiswa dan Badan Perwakilan Mahasiswa STH Indonesia Jentera 2021-2022 dilantik secara […]

Jentera bersama OJK Menyelenggarakan Pelatihan Analisis Permasalahan Hukum Sektor Jasa Keuangan

STH Indonesia Jentera bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (OJK) menyelenggarakan pelatihan bertajuk […]

Proyeksi Desain Kelembagaan Penuntutan dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera menyelenggarakan diskusi Obrolan Puri Imperium (OPIUM) bertajuk “Proyeksi Desain […]

Pengajar STH Indonesia Jentera Terpilih Menjadi Juru Bicara Komisi Yudisial

Seluruh sivitas akademika Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera mengucapkan selamat atas terpilihnya Miko Ginting […]

Pengajar Jentera Menjadi Ahli dalam Persidangan Penghadangan Kegiatan Tambang untuk Hak Lingkungan

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Anugerah Rizki Akbari, menjadi ahli dalam persidangan yang […]