Kabar

OPIUM: Meninjau Kembali Definisi Terorisme dalam Konvensi ASEAN Mengenai Pemberantasan Terorisme

Posted by on 14/01/2020 in Kegiatan

Bidang Studi Hukum Pidana STH Indonesia Jentera menyelenggarakan OPIUM (Obrolan Puri Imperium) bersama Pengajar Jentera, Adery Ardhan Saputro, pada Jumat (10/01/2020) di Jakarta. Pada kesempatan tersebut, Adery mengangkat topik “Meninjau Kembali Definisi Terorisme dalam Konvensi ASEAN Mengenai Pemberantasan Terorisme”. Topik tersebut merupakan tesisnya saat menempuh kuliah Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda.

Dalam diskusi tersebut, Adery menyatakan bahwa definisi terorisme di Indonesia bias. Dari 1200-an definisi terorisme secara global, yang sering dijadikan pedoman adalah definisi dari Anthony Richards (2014), yaitu tidak ada perbuatan atau tindakan kekerasan yang dengan sendirinya terikat dengan kata terorisme. Terorisme adalah metode yang dipakai untuk menjalankan tujuan akhir yang berupa motif politik. Jadi, definisi terorisme berdasarkan aktor yang sering dipraktikkan di Indonesia adalah keliru.

Secara umum dikenal dua pendekatan definisi terorisme, yaitu deductive approach dan inductive approach. Berdasarkan hasil riset Adery, seharusnya definisi terorisme dalam ASEAN Convention on Counter-Terrorism (ACCT) menggunakan pendekatan deduktif agar setiap negara-negara di ASEAN bisa mendefinisikan terorisme secara mandiri. Hingga kini, tujuh dari sepuluh negara ASEAN menggunakan pendekatan deduktif dalam mendefinisikan terorisme.

Kabar

Jentera bersama OJK Menyelenggarakan Pelatihan Analisis Permasalahan Hukum Sektor Jasa Keuangan

STH Indonesia Jentera bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (OJK) menyelenggarakan pelatihan bertajuk […]

Proyeksi Desain Kelembagaan Penuntutan dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera menyelenggarakan diskusi Obrolan Puri Imperium (OPIUM) bertajuk “Proyeksi Desain […]

Pengajar STH Indonesia Jentera Terpilih Menjadi Juru Bicara Komisi Yudisial

Seluruh sivitas akademika Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera mengucapkan selamat atas terpilihnya Miko Ginting […]

Pengajar Jentera Menjadi Ahli dalam Persidangan Penghadangan Kegiatan Tambang untuk Hak Lingkungan

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Anugerah Rizki Akbari, menjadi ahli dalam persidangan yang […]

Revisi UU Mahkamah Konstitusi Dinilai Cacat Formil

  Di tengah pandemi Covid-19, DPR dan pemerintah mengesahkan UU Nomor 7 Tahun 2020 tentang […]

Pemerintah dan DPR Harus Libatkan Masyarakat dalam Menyusun Kebijakan

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Bivitri Susanti, bersama Professor of Law at Southwestern […]

Call For Paper Jentera: Jurnal Hukum

Jentera bertujuan memfasilitasi dan mendorong pembaruan hukum dan kebijakan di Indonesia, mempublikasikan kajian-kajian bidang hukum […]

Diskusi dan Peluncuran Buku Crime and Punishment in Indonesia

Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera bersama sejumlah lembaga yaitu The Centre for Indonesian Law, Islam […]