Metode Belajar di Jentera

Metode Belajar

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar “belajar hukum”? Sebagian dari Anda mungkin akan membayangkan hafalan berupa sederet pasal panjang yang membosankan dan kurang menantang. Namun, bayangan itu akan runtuh saat Anda belajar hukum di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera. Di sini, belajar hukum menjadi seru, menyenangkan, sekaligus berbobot.

STH Indonesia Jentera percaya bahwa peserta didik merupakan elemen sentral dalam proses belajar-mengajar. Oleh karena itu, metode pengajaran di Jentera memberikan peran yang sama pentingnya, baik bagi pengajar maupun mahasiswa. Pengajar menganggap mahasiswa sebagai aktor dalam proses belajar mengajar tersebut, dan memberikan kepercayaan terhadap mahasiswa untuk semakin mengasah kompetensinya.

Mahasiswa juga tidak hanya berlaku sebagai penerima informasi, namun dapat mengembangkan pemahaman mereka sendiri. Berikut adalah beberapa metode belajar yang diterapkan di STH Indonesia Jentera:

 

1. Studi Kasus

Seorang ahli hukum harus piawai dalam membaca dan menganalisis kasus, oleh karena itu STH Indonesia Jentera memfasilitasi mahasiswa untuk berdiskusi secara efektif dengan membedah berbagai kasus. Dalam metode tersebut, mahasiswa dapat mengelaborasi suatu kasus atau fenomena yang terjadi di masyarakat dan menganalisis berdasarkan teori dan landasan hukum yang berlaku. Tak Jarang, STH Indonesia Jentera juga mendatangkan pihak-pihak yang terlibat atau memiliki kapasitas untuk membahas suatu kasus tertentu, sehingga mahasiswa dapat mendapatkan sudut pandang yang lebih luas..

2. Simulasi atau Roleplay

Dalam pembelajaran ilmu hukum, mahasiswa tidak hanya memahami teori maupun undang-undang, namun juga mempraktikkannya. Oleh karena itu, salah satu cara belajar yang diperkenalkan di STH Indonesia Jentera adalah simulasi atau roleplay. Metode ini kerap digunakan dalam berbagai kesempatan, seperti peradilan semu atau moot court, simulasi sidang pembahasan rancangan undang-undang ataupun penyusunan konstitusi.

 

3. Proyek individu atau kelompok

Selain proses belajar di kelas, STH Indonesia Jentera juga menerapkan pembelajaran berbasis proyek yang dikerjakan oleh mahasiswa secara individu maupun kelompok. Dengan adanya proyek tersebut, mahasiswa diharapkan dapat lebih adaptif, kreatif, dan memiliki inisiatif untuk menyelesaikan persoalan. Hasil proyek tersebut kemudian dipresentasikan secara kreatif melalui berbagai bentuk seperti pameran, lagu, video, komik, dan lain sebagainya.

 

4. Kunjungan Lapangan

Guna memperkaya wawasan dan menajamkan kepekaan, STH Indonesia Jentera mengajak mahasiswa untuk mengunjungi institusi, maupun tempat-tempat yang memiliki keterkaitan dengan materi ajar. Selain berdiskusi dengan pihak yang mewakili institusi yang dikunjungi, tak jarang mahasiswa juga diajak untuk melihat aktivitas institusi tersebut. Dari kunjungan tersebut, mahasiswa dapat menganalisis bagaimana institusi tersebut bekerja, dan mengaitkannya dengan materi ajar.

Keunggulan Blended

Learning


  • Kuliah jadi lebih fleksibel, efektif, dan efisien
  • Medium belajar beragam
  • Tren belajar di masa depan

Mari bergabung dengan kami , Daftarkan dirimu sekarang!

Keunggulan Program Blended Learning:

  • Metode Belajar
  • Berada di antara komunitas pembaru hukum
  • Program Magang

Mari bergabung dengan kami , Daftarkan dirimu sekarang!

Kabar

Pengajar Jentera Menjadi Ahli dalam Sidang Uji Materiil UU Minerba

Ketua Bidang Studi Hukum Pidana Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Anugerah Rizki Akbari, memberikan […]

OPIUM Jentera: Peluang Penerapan Prinsip-Prinsip Plea Bargain dalam Rancangan KUHAP

Guna memfasilitasi masukan yang menganggap Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) sudah tidak relevan dengan […]

Peluang Penerapan Prinsip-Prinsip Plea Bargain dalam Rancangan KUHAP

Saat diundangkan, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dinilai sebagai karya agung bangsa Indonesia, mengandung […]

Napak Tilas Jejak Cak Munir dalam Perjuangan Buruh

Munir, buruh, dan pekerja migran adalah ikon yang saling berikat kuat satu sama lain. Pada […]

RUU Hukum Acara Perdata dan Arah Reformasi Eksekusi Perdata

Pemerintah melalui instrumen perencanaan pembangunan nasional sudah menyinggung reformasi hukum perdata dan hukum acara perdata. […]

Peran Penting Bahasa dalam Pembentukan Hukum dan Kebijakan

Bidang Studi Dasar-dasar Ilmu Hukum STH Indonesia Jentera bersama Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia […]

Prinsip Pemidanaan dalam Rancangan KUHP

Pengajar Jentera, Anugerah Rizki Akbari dan Rifqi S. Assegaf menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk “Sentencing Principles […]

Mahasiswa Jentera Terbitkan Podcast Suara Jentera

Mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera mata kuliah Kewarganegaraan tahun 2021/2022 mengerjakan proyek kelompok dengan […]