Kabar

Menulis Munir, Merawat Ingatan

Posted by on 11/10/2017 in Kabar, Kegiatan

13 tahun sudah peristiwa meninggalnya aktivis hak asasi manusia, Munir Said Thalib berlalu. Dengan semangat untuk menjaga nilai-nilai perjuangan Munir, mahasiswa penerima Beasiswa Munir Said STH Indonesia Jentera mengadakan peringatan 13 tahun Munir dengan acara berjudul, “Menulis Munir, Merawat Ingatan” yang terdiri dari beberapa rangkaian acara diantaranya peluncuran buku hasil tulisan penerima Beasiswa Munir Said STH Indonesia Jentera dan talkshow peringatan perjuangan Munir. Acara diselenggarakan di Lounge Kampus STH Indonesia Jentera, Jumat, 6 Oktober 2017.

Acara dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Studi Hukum dan Kebijakan (YSHK) dan Yunus Husein (Ketua STH Indonesia Jentera). Apresiasi disampaikan keduanya kepada seluruh panitia dan pendukung acara yang telah sukses menyelenggarakan acara peringatan 13 tahun Munir. Mereka berdua juga menyampaikan rasa terimakasih kepada Yayasan Omah Munir yang diwakili oleh istri mendiang, Suciwati Munir atas dukungannya terhadap pelaksanaan Beasiswa Munir Said Thalib yang digagas oleh STH Indonesia Jentera dan telah berjalan selama tiga tahun terakhir. Setelah itu, Suciwati Munir membacakan syair tentang mendiang Munir, dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan bahwa kematian munir tidaklah sia-sia karena semangat memperjuangkan keadilan dan nilai-nilai kebenaran yang diperjuangkan mendiang Munir selama hidupnya dapat ditularkan dan lahir munir-munir baru.

Acara kemudian dilanjutkan dengan talkshow peringatan perjuangan munir. Usman Hamid (Anggota TPF Munit, Ketua Amnesty International Indonesia), Miko Susanto Ginting (Pengajar STH Indonesia Jentera), Lovina (Mahasiswa STH Indonesia Jentera, Penerima Beasiswa Munir), dan Innashabihah (Pemenang Lomba Penulisan Esai Menulis Munir) menjadi pembicaranya. Talkshow itu juga dimoderatori oleh Putri Kanesia (Kepala Bidang Advokasi KontraS). Talkshow dibuka dengan penyampaian Innashabihah dan Lovina tentang Munir di mata mereka. Bagaimana mereka menggambarakan Munir sebagai sosok yang menginspirasi tidak hanya dalam tulisan yang mereka buat dalam buku Menulis Munir, Merawat Ingatan, tapi juga bagaimana nilai-nilai perjuangan Munir dapat diterapkan dalam menjalani akivitas sehari-hari. Lovina juga bercerita sebagai penerima Beasiswa Munir Said Thalib STH Indonesia Jentera, ia benar-benar ditanamkan nilai-nilai perjuangan untuk membela kaum papa.

Pemaparan kemudian dilanjutkan oleh Miko Susanto Ginting yang bercerita bagaimana nilai-nilai Munir menjadi inspirasi lahirnya STH Indonesia Jentera, dan salah satu beasiswanya didedikasikan atas nama mendiang Munir Said Thalib. Jentera berusaha untuk mencetak munir-munir lainnya yang siap untuk berjuang membela yang lemah dan membela kaum papa tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan. Setelah itu Usman Hamid melanjutkan dengan bercerita tentang pengalamannya berjuang bersama mendiang Munir dalam membongkar kasus-kasus hukum khususnya pelanggaran hak asasi manusia pada waktu itu dan apa saja yang ia alami selama terlibat dalam Tim Pencari Fakta (TPF) pengungkapan kasus kematian Munir. Usman mengapresiasi diselenggarakannya acara “Menulis Munir, Merawat Ingatan” ini sebagai salah satu upaya untuk selalu mendorong pembongkaran kasus pembunuhan Munir Said Thalib.

Acara diakhiri dengan penandatanganan bersama yang dilakukan secara simbolik sebagai tanda peluncuran buku “Menulis Munir, Merawat Ingatan” buah karya mahasiswa penerima Beasiswa Munir Said Thalib STH Indonesia Jentera dan peserta lomba esai.(DMI)

 

Kabar

Call For Paper Jentera: Jurnal Hukum Edisi Vol. 4 No. 2 (2021)

Jentera bertujuan memfasilitasi dan mendorong pembaruan hukum dan kebijakan di Indonesia, mempublikasikan kajian-kajian bidang hukum […]

Mahasiswa Jentera Terpilih Mengikuti IISMA 2021 di Michigan State University

Mahasiswa Jentera Angkatan IV, Aisyah Assyifa terpilih menjadi salah satu peserta Indonesian International Student Mobility […]

Pengajar Jentera Menjadi Ahli dalam Gugatan Tata Usaha Negara ke Kepala BNN

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Anugerah Rizki Akbari, menjadi ahli dalam sidang yang […]

Berbisnis di Tengah Kekacauan Hukum: Legalisme Iliberal di Indonesia

Berbisnis di tengah kekacauan hukum: Legalisme iliberal di Indonesia merupakan penelitian yang berangkat dari situasi […]

Perlunya Reformasi Sistem Peradilan Pidana untuk Mengatasi Overcrowding Lapas

Beberapa saat yang lalu kita dikejutkan oleh pemberitaan mengenai kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang […]

Tantangan Tata Kelola Pemerintahahan Daerah di Masa Pandemi

  Selama satu setengah tahun terakhir, banyak pemerintah daerah yang harus bekerja lebih keras dalam […]

Jentera Sambut Mahasiswa Baru dengan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus

STH Indonesia Jentera menyelenggarakan Orientasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2021/2020 pada 13-15 September 2021 secara […]

Orasi Ilmiah: Quo Vadis Kebebasan Akademik dan Tanggung Jawab Intelektual

Kebebasan berpikir, kebebasan akademik, dan kebebasan berpendapat merupakan hak universal dan penanda utama eksistensi kaum […]