Kabar

Menciptakan Keadilan dengan Kreativitas” Kuliah Pengantar Penalaran Hukum

Posted by on 25/02/2016 in Kabar

Hakim harus aktif menciptakan keadilan dengan kreativitas yang dibimbing oleh nuraninya sendiri tanpa harus melangggar hukum yang berlaku. Itulah yang dikatakan Prof. Mohammad Mahfud M.D., Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008—2013, pada Kamis, 25 Februari 2016. Menurutnya, itulah alasan banyak putusan MK yang menerobos formalitas yang membelenggu, tetapi banyak pula putusan yang mengikuti dan menguatkan apa yang telah ditentukan oleh undang-undang.

Dalam kesempatan kuliah perdana Penalaran Hukum (Legal Reasoning) di STH Indonesia Jentera, Prof. Mahfud menjelaskan bagaimana penerapan Penalaran Hukum dalam praktik, terutama untuk menafsirkan Undang-Undang Dasar (UUD) dalam Putusan-putusan MK dan dalam “menemukan” hukum. Hukum yang sudah ditulis kadang masih menimbulkan perbedaan penafsiran sehingga timbullah ilmu atau berbagai metode penafsiran, seperti Grammatik, Historis, Sosiologis (Teleologis), Sistematis, Filosofis, Ekstensif, dan Analogis, demikian yang dijelaskan Prof. Mahfud.

Dalam praktik di pengadilan, metode penafsiran dipakai untuk menerapkan dan menegakkan hukum melalui vonis-vonis oleh hakim dalam kasus-kasus konkret. Didengarkan oleh mahasiswa, para pimpinan STH Indonesia Jentera, serta sebagian pengajar dan mentor mahasiswa, Prof. Mahfud berbagi pengalamannya sekaligus memberikan contoh penerapan penafsiran hukum oleh Hakim MK. Salah satunya adalah pada saat Majelis Hakim memutus penggunaan KTP dan paspor sebagai pengganti undangan memilih dalam pemungutan suara bagi yang terdaftar dalam Daftar Pemilih tetap (DPT) Pemilu.

Kabar

Mahasiswa Jentera Terpilih Mengikuti IISMA 2021 di Michigan State University

Mahasiswa Jentera Angkatan IV, Aisyah Assyifa terpilih menjadi salah satu peserta Indonesian International Student Mobility […]

Pengajar Jentera Menjadi Ahli dalam Gugatan Tata Usaha Negara ke Kepala BNN

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Anugerah Rizki Akbari, menjadi ahli dalam sidang yang […]

Berbisnis di Tengah Kekacauan Hukum: Legalisme Iliberal di Indonesia

Berbisnis di tengah kekacauan hukum: Legalisme iliberal di Indonesia merupakan penelitian yang berangkat dari situasi […]

Perlunya Reformasi Sistem Peradilan Pidana untuk Mengatasi Overcrowding Lapas

Beberapa saat yang lalu kita dikejutkan oleh pemberitaan mengenai kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang […]

Tantangan Tata Kelola Pemerintahahan Daerah di Masa Pandemi

  Selama satu setengah tahun terakhir, banyak pemerintah daerah yang harus bekerja lebih keras dalam […]

Jentera Sambut Mahasiswa Baru dengan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus

STH Indonesia Jentera menyelenggarakan Orientasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2021/2020 pada 13-15 September 2021 secara […]

Orasi Ilmiah: Quo Vadis Kebebasan Akademik dan Tanggung Jawab Intelektual

Kebebasan berpikir, kebebasan akademik, dan kebebasan berpendapat merupakan hak universal dan penanda utama eksistensi kaum […]

Sambutan Ketua Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera dalam Wisuda Sarjana Ketiga dan Penerimaan Mahasiswa Baru Jentera Tahun 2021

Para Guru Besar, Pengajar, Sivitas Akademika dan Pimpinan, dan Anggota Senat Sekolah Tinggi Hukum Indonesia […]