Kabar

Mahasiswa Jentera Raih Penghargaan di Kompetisi Bandung MUN

Posted by on 05/03/2018 in Kabar, Kegiatan

Mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera berhasil meraih prestasi dalam gelaran Bandung Model United Nations (MUN) yang digelar oleh Universitas Widyatama Bandung pada tanggal 1 – 4 Maret 2018. Muhammad Kahfi Rahmat Sampurno berhasil meraih Verbal Commendation Award dalam kompetisi yang telah tiga kali digelar. Kali ini, Bandung Model United Nations bertema “Upholding International Justice Towards Global Security”. Acara itu dibagi dalam empat konsil dan diikuti lebih dari seratus mahasiswa dari berbagai kampus di seluruh Indonesia.

 

Dalam sidang komite, Kahfi –sapaan akrabnya- berperan sebagai diplomat delegasi Federal Republic of Nigeria yang tergabung dalam United Nations Human Rights Council (UNHRC) yang membahas isu Modern Slavery. Dalam argumentasinya, ia menolak adanya perbudakan gaya baru dengan menekankan perlunya keberadaan binding convention dan legal framework yang baru, mengingat Palermo Protocol yang digunakan sebagai dasar hukum penghapusan perbudakan internasional sudah tidak lagi mampu mengakomodir kebutuhan zaman dan tidak mampu mengatasi masalah perbudakan di dunia.

 

Menurutnya, secara umum hampir seluruh delegasi dari berbagai negara memiliki sudut pandang yang sama terhadap perbudakan gaya baru, yaitu menolak. Namun, tidak semuanya memilik kesepahaman dalam menentukan cara terbaik untuk memeranginya. Baginya, hal itu yang menjadikan kompetisi MUN menjadi sangat menarik jika dibandingkan dengan kompetisi lainnya seperti lomba debat hukum atau lomba contract drafting. “Jika di perlombaan lainnya kita harus bekerja sama dengan rekan satu tim yang berasal dari kampus yang sama, maka di MUN kita harus bisa bernegosiasi dan bekerja sama dengan peserta dari kampus lain untuk membuat satu blok dan memenangkan konferensi”, ujarnya.

 

Kahfi mengungkapkan bahwa dasar ilmu hukum yang dipelajarinya sangat membantu untuk dapat mengikuti kompetisi MUN. Ia berharap semoga ke depannya akan semakin banyak mahasiswa STH Indonesia Jentera mengembangkan kemampuan dan kompetensi dengan mengikuti kompetisi sejenis. (DMI)

Kabar

OPIUM: Meninjau Kembali Definisi Terorisme dalam Konvensi ASEAN Mengenai Pemberantasan Terorisme

Bidang Studi Hukum Pidana STH Indonesia Jentera menyelenggarakan OPIUM (Obrolan Puri Imperium) bersama Pengajar Jentera, […]

Metode Belajar Socio-Legal: Sebuah Pengalaman dari STH Indonesia Jentera

Bivitri Susanti mewakili Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera berbicara tentang pengalaman Jentera dalam menerapkan metode […]

Kesalahan Penghukuman: Percakapan dengan Delphine Lourtau

Bidang Studi Hukum Pidana Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera menyelenggarakan diskusi publik berjudul “Wrongful Convictions: […]

Mahasiswi STHI Jentera Raih Juara 3 Lomba Esai Agraria ke-5 Tahun 2019

Mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Rizky Zakariya, berhasil menjadi Juara III dalam Lomba […]

Tim Jentera Menjadi Juara III dalam Kompetisi Karya Tulis Ekonomi Bebas Korupsi

  Tim STH Indonesia Jentera, yang diwakili oleh Rizky Zakariya, Siti Ismaya dan Yogi Prastia, […]

Menyambut Mahasiswa Baru, BEM Jentera Menyelenggarakan POSE 2019

Badan Eksekutif Mahasiswa STH Indonesia Jentera menyelenggarakan rangkaian Pekan Olahraga dan Seni (POSE) pada Jumat-Senin, […]

Wisuda Sarjana Pertama Sekaligus Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019/2020

Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera menyelenggarakan Sidang Senat Akademik Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019-2020 […]

Menguatkan Pendidikan Tinggi Hukum di Wilayah Timur Indonesia

  STH Indonesia Jentera bekerja sama dengan Van Vollenhoven Institute Universitas Leiden, Fakultas Hukum UGM, […]