Kabar

Mahasiswa Jentera Raih Karya Favorit dalam Lomba Penulisan Blog MK

Posted by on 21/05/2018 in Kabar, Kegiatan

Prestasi kembali ditorehkan Mahasiswa STH Indonesia Jentera dalam Lomba Penulisan Blog yang diselenggarakan oleh Mahkamah Konstitusi yang bekerjasama dengan KPK, MPR-RI dan Universitas Sumatera Utara (USU). Lovina, salah satu Mahasiswa STH Indonesia Jentera penerima beasiswa Munir Said Thalib Scholarship yang merupakan kerjasama antara Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), STH Indonesia Jentera, Omah Munir dan The Asia Foundation, berhasil meraih penghargaan karya favorit. Lomba penulisan yang mengambil tema besar “Mengawal Demokrasi Konstitusi, Melawan Korupsi” tersebut dapat diikuti oleh mahasiswa aktif S1 dari semua jurusan dan dipublikasi melalui blog pribadi.

Pada lomba tersebut, Lovina memilih subtema “Perluasan Akses Keadilan Era Digital”. Dalam tulisannya, Lovina membahas perihal mega korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) yang sangat meresahkan masyarakat Indonesia. KTP-el yang sedianya dapat menjadi inovasi terkait kartu identitas penduduk, nyatanya terdapat penyelewengan dalam proses pengadaannya. Hal tersebut tentunya memberikan dampak yang besar bagi banyak masyarakat karena dalam pengurusannya cenderung lama dan terkatung-katung. Padahal, kartu identitas merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh warga negara.

Berangkat dari fenomena tersebut, Lovina menambahkan dalam tulisannya bahwa selayaknya koruptor dihukum berat dan memiliki efek jera. Selain kurungan dan denda, Lovina berpendapat bahwa koruptor juga selayaknya dihukum untuk tidak dapat mengikuti berbagai kegiatan politik setelah dinyatakan bebas. Seperti halnya peraturan KPU yang telah disahkan sebelumnya, di mana para terdakwa kasus penyalahgunaan narkotika dan kejahatan seksual dilarang untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik, korupsi yang juga termasuk kejahatan luar biasa juga selayaknya diposisikan sama.

Lovina mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap lomba tersebut didasari oleh tema antikorupsi yang memang menarik dan telah ia pelajari sejak awal kuliah. Terkait dengan kepenulisan, Lovina juga merasa telah terasah karena metode pembelajaran di STH Indonesia Jentera yang mengakomodir hal tersebut. Dengan hal itu, ia berharap akan semakin banyak prestasi yang diukir oleh mahasiswa STH Indonesia Jentera dalam bidang kepenulisan. (MH)

Kabar

Pengajar Jentera Menjadi Ahli dalam Sidang Uji Materiil UU Minerba

Ketua Bidang Studi Hukum Pidana Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Anugerah Rizki Akbari, memberikan […]

OPIUM Jentera: Peluang Penerapan Prinsip-Prinsip Plea Bargain dalam Rancangan KUHAP

Guna memfasilitasi masukan yang menganggap Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) sudah tidak relevan dengan […]

Peluang Penerapan Prinsip-Prinsip Plea Bargain dalam Rancangan KUHAP

Saat diundangkan, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dinilai sebagai karya agung bangsa Indonesia, mengandung […]

Napak Tilas Jejak Cak Munir dalam Perjuangan Buruh

Munir, buruh, dan pekerja migran adalah ikon yang saling berikat kuat satu sama lain. Pada […]

RUU Hukum Acara Perdata dan Arah Reformasi Eksekusi Perdata

Pemerintah melalui instrumen perencanaan pembangunan nasional sudah menyinggung reformasi hukum perdata dan hukum acara perdata. […]

Peran Penting Bahasa dalam Pembentukan Hukum dan Kebijakan

Bidang Studi Dasar-dasar Ilmu Hukum STH Indonesia Jentera bersama Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia […]

Prinsip Pemidanaan dalam Rancangan KUHP

Pengajar Jentera, Anugerah Rizki Akbari dan Rifqi S. Assegaf menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk “Sentencing Principles […]

Mahasiswa Jentera Terbitkan Podcast Suara Jentera

Mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera mata kuliah Kewarganegaraan tahun 2021/2022 mengerjakan proyek kelompok dengan […]