Kabar

Legislative Drafting Training (LDT) bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKraf)

Posted by on 18/03/2016 in Kabar

Pasar Malam di Legislative Drafting Training

Pasar malam adalah tema yang dipilih dalam pelaksanaan Legislative Drafting Training (LDT) kali ini LDT atau Pelatihan Perancangan Peraturan merupakan pelatihan yang rutin diadakan oleh STH Indonesia Jentera. Selain itu, LDT juga bisa diselenggarakan untuk kebutuhan in-house sehingga silabusnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan lembaga peserta. Pada Jumat dan Sabtu, 18—19 Maret 2016, STH Indonesia Jentera bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKraf) untuk menyelenggarakan LDT di Sentul City, Bogor. Pelatihan itu merupakan in-house training bagi para pegawai tingkat Eselon I, Eselon II, dan beberapa staf di lingkungan institusi BEKraf.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti oleh kurang lebih tiga puluh orang pegawai BEKraf. Adapun, trainer dalam pelatihan kali ini adalah Eryanto Nugroho, Rizky Argama, dan Miko Susanto Ginting. Mereka merupakan para pengajar STH Indonesia Jentera dan peneliti di Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK).

Hari pertama pelatihan berlangsung pada pukul 16.00—21.00 WIB di Hotel Neo+ Green Savana, Sentul. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Bapak Ari Juliano Gema, Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi yang mewakili pihak BEKraf. Bapak Ari sendiri merupakan salah satu alumni LDT yang pernah diselenggarakan oleh STH Indonesia Jentera. Setelah pembukaan, rangkaian pelatihan pun dimulai. Sesi pertama, yakni Perkenalan dan Orientasi Belajar, dibawakan oleh Eryanto Nugroho. Kemudian, sesi kedua mengenai Hierarki dan Materi Muatan Peraturan Perundang-undangan serta Teori Perundang-undangan disampaikan oleh Rizky Argama. Sesi terakhir hari itu adalah Menentukan Situasi Sosial yang masih disampaikan oleh Rizky Argama.

Hari kedua pelatihan berlangsung pukul 09.00—18.30 WIB di Hotel Harris, Sentul. Sesi pelatihan hari itu dimulai dengan penyampaian materi tentang Menggali Akar Penyebab Masalah oleh Eryanto Nugroho. Sesi kedua mengenai Menentukan Tujuan Peraturan yang diberikan oleh Miko Susanto Ginting. Selain itu, Miko juga menyampaikan materi Menentukan Tindakan Baru pada sesi ketiga dan materi Menyusun Naskah Akademis pada sesi keempat. Sesi terakhir yakni mengenai Teknis Perancangan Peraturan (Sistematika dan Kalimat Perundang-undangan) disampaikan oleh Eryanto Nugroho.

Pelatihan diakhiri dengan penayangan video slideshow berisi rangkaian kegiatan training selama dua hari tersebut. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat secara simbolis dari STH Indonesia Jentera yang diwakili oleh Bapak Eryanto Nugroho kepada dua orang perwakilan peserta pelatihan.

Kabar

Call For Paper Jentera: Jurnal Hukum Edisi Vol. 4 No. 2 (2021)

Jentera bertujuan memfasilitasi dan mendorong pembaruan hukum dan kebijakan di Indonesia, mempublikasikan kajian-kajian bidang hukum […]

Mahasiswa Jentera Terpilih Mengikuti IISMA 2021 di Michigan State University

Mahasiswa Jentera Angkatan IV, Aisyah Assyifa terpilih menjadi salah satu peserta Indonesian International Student Mobility […]

Pengajar Jentera Menjadi Ahli dalam Gugatan Tata Usaha Negara ke Kepala BNN

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Anugerah Rizki Akbari, menjadi ahli dalam sidang yang […]

Berbisnis di Tengah Kekacauan Hukum: Legalisme Iliberal di Indonesia

Berbisnis di tengah kekacauan hukum: Legalisme iliberal di Indonesia merupakan penelitian yang berangkat dari situasi […]

Perlunya Reformasi Sistem Peradilan Pidana untuk Mengatasi Overcrowding Lapas

Beberapa saat yang lalu kita dikejutkan oleh pemberitaan mengenai kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang […]

Tantangan Tata Kelola Pemerintahahan Daerah di Masa Pandemi

  Selama satu setengah tahun terakhir, banyak pemerintah daerah yang harus bekerja lebih keras dalam […]

Jentera Sambut Mahasiswa Baru dengan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus

STH Indonesia Jentera menyelenggarakan Orientasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2021/2020 pada 13-15 September 2021 secara […]

Orasi Ilmiah: Quo Vadis Kebebasan Akademik dan Tanggung Jawab Intelektual

Kebebasan berpikir, kebebasan akademik, dan kebebasan berpendapat merupakan hak universal dan penanda utama eksistensi kaum […]