Kabar

Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia Tahun 2017 Tingkat Nasional

Posted by on 06/09/2017 in Kabar, Kegiatan

Perwakilan mahasiswa STH Indonesia Jentera telah menyelesaikan rangkaian kegiatan debat konstitusi tingkat nasional yang diadakan oleh Mahkamah Konstitusi. Kegiatan yang dimulai sejak Jumat, 25 Agustus 2017 dan berakhir pada Selasa, 29 Agustus 2017 itu diadakan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mahkamah Konstitusi yang bertempat di Puncak, Bogor. Delegasi STH Indonesia Jentera terdiri dari Anita Nuraeni, Johanna Poerba, dan Muhammad Kahfi Rahmat Sampurno. Mereka bertiga dibantu oleh Kiki Marini Situmorang sebagai tim riset.

Pada babak penyisihan yang terdiri dari 24 tim debat dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia, tim debat Jentera berada di grup B, bersama dengan tim debat Universitas Indonesia dan tim debat Universitas Surabaya. Pertandingan pertama di grup B mempertemukan Jentera dengan tim debat Universitas Indonesia. Adapun mosi yang diangkat yaitu “Pelibatan TNI dalam Tindak Pidana Terorisme”, dengan menempatkan tim debat STH Indonesia Jentera pada posisi kontra. Setelah itu, tim debat STH Indonesia Jentera menantang tim debat Universitas Surabaya dengan mengangkat mosi “Jabatan Hakim Mahkamah Agung dan Hakim Mahkamah Konstitusi Seumur Hidup”. Tim debat STH Indonesia Jentera pada pertandingan kedua ini juga berada pada posisi kontra terhadap mosi tersebut.

Setelah menyelesaikan pertandingan pada grup B, tim debat STH Indonesia Jentera keluar sebagai juara grup sehingga berhak untuk maju ke babak perempatfinal. Delegasi STH Indonesia Jentera kemudian melawan juara grup G, yaitu tim debat Universitas Andalas, yang sebelumnya berhasil mengalahkan tim debat Universitas Gadjah Mada dan tim debat Universitas Brawijaya pada penyisihan grup. Pertandingan antara tim debat STH Indonesia Jentera dan tim debat Universitas Andalas mengangkat mosi “Pemberlakuan Dwi Kewarganegaraan di Indonesia”, dengan menempatkan tim debat STH Indonesia Jentera pada posisi pro. Langkah STH Indonesia Jentera harus terhenti karena harus mengakui keunggulan tim debat Universitas Andalas.

Ajang kompetisi debat kali ini telah memberikan pelajaran yang berharga bagi mahasiswa yang menjadi delegasi STH Indonesia Jentera. Selain untuk meningkatkan kepercayaan diri karena sudah berani ambil bagian pada kompetisi yang mempertemukan mahasiswa delegasi berbagai perguruan tinggi se-Indonesia, kompetisi debat kali ini juga telah membuktikan kualitas mahasiswa STH Indonesia Jentera karena telah berhasil lolos ke babak perempat final. Dengan begitu, tim debat STH Indonesia Jentera tentunya akan semakin gigih untuk melanjutkan perjuangan pada kompetisi debat berikutnya.

Penulis: IHM
Editor: DMI

Kabar

Call For Paper Jentera: Jurnal Hukum Edisi Vol. 4 No. 2 (2021)

Jentera bertujuan memfasilitasi dan mendorong pembaruan hukum dan kebijakan di Indonesia, mempublikasikan kajian-kajian bidang hukum […]

Mahasiswa Jentera Terpilih Mengikuti IISMA 2021 di Michigan State University

Mahasiswa Jentera Angkatan IV, Aisyah Assyifa terpilih menjadi salah satu peserta Indonesian International Student Mobility […]

Pengajar Jentera Menjadi Ahli dalam Gugatan Tata Usaha Negara ke Kepala BNN

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Anugerah Rizki Akbari, menjadi ahli dalam sidang yang […]

Berbisnis di Tengah Kekacauan Hukum: Legalisme Iliberal di Indonesia

Berbisnis di tengah kekacauan hukum: Legalisme iliberal di Indonesia merupakan penelitian yang berangkat dari situasi […]

Perlunya Reformasi Sistem Peradilan Pidana untuk Mengatasi Overcrowding Lapas

Beberapa saat yang lalu kita dikejutkan oleh pemberitaan mengenai kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang […]

Tantangan Tata Kelola Pemerintahahan Daerah di Masa Pandemi

  Selama satu setengah tahun terakhir, banyak pemerintah daerah yang harus bekerja lebih keras dalam […]

Jentera Sambut Mahasiswa Baru dengan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus

STH Indonesia Jentera menyelenggarakan Orientasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2021/2020 pada 13-15 September 2021 secara […]

Orasi Ilmiah: Quo Vadis Kebebasan Akademik dan Tanggung Jawab Intelektual

Kebebasan berpikir, kebebasan akademik, dan kebebasan berpendapat merupakan hak universal dan penanda utama eksistensi kaum […]