Kabar

Kebijakan dalam Konteks Sistem Perencanaan dan Pembangunan Hukum

Posted by on 09/10/2017 in Kabar, Kuliah Tamu

Pembangunan hukum merupakan salah satu elemen penting dalam pembangunan nasional yang juga perlu direncanakan dengan baik dan matang. Hal itu disampaikan oleh Prahesti Pandanwangi (Direktur Hukum dan Regulasi, Kementerian PPN/Bappenas) dalam kuliahnya yang disampaikan pada sesi kelas Mata Kuliah Kebijakan Publik di STH Indonesia Jentera. Rabu, 4 Oktober 2017

Hesti, sebagaimana ia akrab disapa menyampaikan tentang urgensi pembangunan hukum di Indonesia. Sebagai bagian dari pembangunan nasional, pembangunan hukum tidak dapat dipisahkan. Ia menjelaskan apa saja tantangan yang dihadapi oleh negara dalam upaya pembangunan di Indonesia. Berbagai permasalahan yang sempat disinggung oleh Hesti antara lain, besaran APBN yang tidak mencukupi, gap pengelolaan keuangan antara pusat dan daerah, kualitas sumber daya manusia, berkurangnya sumber daya alam, korupsi dan permasalahan hukum, serta banyak hal lainnya.

Ia kemudian menjelaskan tentang visi-misi pemerintah, dan siklus perencanaan kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk dapat menjalankan pembangunan nasional, termasuk reformasi proses perencanaan kebijakan pasca dikeluarkannya PP No. 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi Proses Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional. PP tersebut dibuat untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran kebijakan untuk pembangunan nasional dalam hal ini misalnya penguatan pendekatan dalam penyusunan RKP tahun 2018 yang didasarkan pada pelaksanaan kebijakan money follow program. Penguatan tersebut dilakukan dengan pendekatan tematik, holistik, integratif, dan spasial. Artinya perencanaan fokus sampai akhir pelaksanaan program, menyeluruh dari hulu ke hilir, terintegrasi dalam hal pelaksanaan dan siapa pelaksananya, serta keterkaitan fungsi lokasi dari berbagai program yang terintegrasi.

Ia melanjutkan dengan implementasi kebijakan tersebut dalam upaya pembangunan hukum di Indonesia yang dicanangkan pemerintah saat ini. Pemerintah saat ini melalui nawacita mencanangkan visi revitalisasi hukum yang termuat dalam 7 (tujuh) priotitas kebijakan, antara lain, pelayanan public, penyelesaian kasus, penataan regulasi, pembenahan manajemen perkara, penguatan SDM, penguatan kelembagaan, dan pembangunan budaya hukum. Lebih lanjut, ia juga memaparkan 3 (tiga) program prioritas dalam RKP 2018 yang terkait dengan pembangunan hukum yang mana anggarannya tersebar di berbagai lembaga penegak hukum dan lembaga terkait lainnya, antara lain, penegakan hukum yang berkualitas, pencegahan dan pemberantasan korupsi yang efektif, serta penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak atas keadilan.(DMI)

Kabar

Call For Paper Jentera: Jurnal Hukum Edisi Vol. 4 No. 2 (2021)

Jentera bertujuan memfasilitasi dan mendorong pembaruan hukum dan kebijakan di Indonesia, mempublikasikan kajian-kajian bidang hukum […]

Mahasiswa Jentera Terpilih Mengikuti IISMA 2021 di Michigan State University

Mahasiswa Jentera Angkatan IV, Aisyah Assyifa terpilih menjadi salah satu peserta Indonesian International Student Mobility […]

Pengajar Jentera Menjadi Ahli dalam Gugatan Tata Usaha Negara ke Kepala BNN

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Anugerah Rizki Akbari, menjadi ahli dalam sidang yang […]

Berbisnis di Tengah Kekacauan Hukum: Legalisme Iliberal di Indonesia

Berbisnis di tengah kekacauan hukum: Legalisme iliberal di Indonesia merupakan penelitian yang berangkat dari situasi […]

Perlunya Reformasi Sistem Peradilan Pidana untuk Mengatasi Overcrowding Lapas

Beberapa saat yang lalu kita dikejutkan oleh pemberitaan mengenai kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang […]

Tantangan Tata Kelola Pemerintahahan Daerah di Masa Pandemi

  Selama satu setengah tahun terakhir, banyak pemerintah daerah yang harus bekerja lebih keras dalam […]

Jentera Sambut Mahasiswa Baru dengan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus

STH Indonesia Jentera menyelenggarakan Orientasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2021/2020 pada 13-15 September 2021 secara […]

Orasi Ilmiah: Quo Vadis Kebebasan Akademik dan Tanggung Jawab Intelektual

Kebebasan berpikir, kebebasan akademik, dan kebebasan berpendapat merupakan hak universal dan penanda utama eksistensi kaum […]