Kabar

Jentera bersama OJK Menyelenggarakan Pelatihan Analisis Permasalahan Hukum Sektor Jasa Keuangan

Posted by on 15/04/2021 in Kabar, Kegiatan

STH Indonesia Jentera bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (OJK) menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Analisis Permasalahan Hukum Sektor Jasa Keuangan” pada 25-26 Maret 2021 secara daring. Pelatihan diikuti oleh lima puluh peserta dari beberapa departemen dan kantor regional OJK di Indonesia.

Pelatihan tersebut diisi oleh pengajar Jentera yakni Ahmad Fikri Assegaf, Arief T. Surowidjojo, M. Faiz Aziz, dan Yunus Husein, serta beberapa ahli dan advokat seperti Aad Rusyad Nurdin, Humaini, Indra Safitri, dan Kukuh Komandoko. Dalam kesempatan tersebut para narasumber mengangkat beberapa pembahasan, yakni mengenai tugas dan kewenangan OJK, masalah hukum terkait kewenangan di bidang perijinan dan pengaturan, masalah hukum terkait kelembagaan dan operasional industri jasa keuangan, peran OJK dalam perlindungan konsumen, dan manajemen resiko hukum internal dan eksternal OJK.

Pelatihan dibuka oleh Plt. Kepala Departemen Organisasi dan Sumber Daya Manusia OJK, Raden Mohamad Nu’man Rizal. Pada kesempatan tersebut, Nu’man Rizal menjelaskan perihal tujuan utama pelatihan yakni sebagai pembekalan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan bagi sumber daya manusia di OJK terkait upaya pencegahan dan penyelesaian permasalahan hukum yang terjadi pada sektor jasa keuangan.

Ketua Bidang Studi Hukum Bisnis STH Indonesia Jentera, Muhammad Faiz Aziz dalam pelatihan tersebut menjelaskan perihal masalah hukum terkait kewenangan di bidang perizinan dan pengaturan. Dalam pemaparannya, Aziz menyinggung beberapa hal seperti konsepsi dan implementasi perizinan ex ante dan ex post, serta problelmatika pelayanan konsumen yang meliputi perizinan, perkembangan teknologi keuangan, dan keamanan serta proteksi. Selain itu, Aziz juga memberi pemaparan terkait permasalahan hukum yang berpotensi timbul dari pelaksanaan kewenangan di bidang perizinan.

Ketua STH Indonesia Jentera, Arief T. Surowidjojo, juga berkesempatan untuk menjadi narasumber dan memberi pemaparan terkait manajemen resiko hukum internal dan eksternal OJK. Dalam pemaparannya, Arief menjelaskan beberapa hal yakni konsepsi dan pengaturan manajemen resiko di Indonesia, terutama sektor jasa keuangan, serta potensi hukum yang muncul dari pengelolaan manajemen resiko.

Kabar

Strategi untuk Melawan Impunitas

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Amnesty International Indonesia, Kelompok Kerja Indonesia-Belanda untuk Keadilan dan […]

Sekolah Aman dan Nyaman Tanpa Kekerasan Seksual

Ancaman kekerasan seksual yang menimpa anak dan remaja belakangan mendapat perhatian serius.  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, […]

Jentera Terbitkan Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus

STH Indonesia Jentera resmi memberlakukan Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di lingkungan kampus melalui […]

Pengaturan Tindak Perkosaan dalam RUU TPKS

Urgensi pengaturan perihal tindak perkosaan dalam Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) dapat […]

Aspek-aspek Nonhukum dari Impunitas

  Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Amnesty International Indonesia, Kelompok Kerja Indonesia-Belanda untuk Keadilan […]

RUU Hukum Acara Perdata di Persimpangan Jalan

Di tengah perkembangan zaman yang begitu pesat dan permasalahan masyarakat yang sangat beragam diperlukan instrumen […]

Jentera dan Kepaniteraan Mahkamah Agung Sepakati Kerja Sama Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia […]

Impunitas dalam Sistem Hukum Indonesia

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Amnesty International Indonesia, Kelompok Kerja Indonesia-Belanda untuk Keadilan dan […]