Kabar

International Lecture Prof. David Cohen: Fair Trial Rights-Human Rights and International Frameworks

Posted by on 29/03/2017 in Kabar, Kegiatan, Kuliah Tamu

Prof. David Cohen adalah profesor bidang hukum dan hak asasi manusia dari Stanford University. Ketika sedang berada di Indonesia, ia menjadi pembicara International Lecture dengan tema “Fair Trial Rights: Human Rights and International Frameworks” di Kampus STH Indonesia Jentera. Sebelum memulai International Lecture pada Rabu, 22 Maret 2017, David melakukan diskusi terbatas dengan para pengajar STH Indonesia Jentera. Ia banyak berbagi seputar pengalaman keterlibatannya dalam isu-isu hak asasi manusia, khususnya yang berhubungan dengan hak mendapatkan kesempatan seadil-adilnya di persidangan. Selain membahas isu hak asasi manusia, David juga terlibat dalam program pengembangan pendidikan hukum di Asia, salah satunya Indonesia. Ia menjelaskan perbedaan sistem dan metode pendidikan hukum di Amerika Serikat dan negara-negara di Asia. Selain itu, ia juga memberikan masukan dalam pengembangan sistem dan metode pendidikan hukum kepada pengajar STH Indonesia Jentera.

International Lecture dimulai dengan pemaparan terkait hak untuk mendapatkan peradilan yang adil. Ia memberikan contoh dengan adanya Innocence Project di Amerika Serikat. Innocence Project merupakan suatu organisasi nonprofit yang digagas di Amerika Serikat untuk melakukan reformasi peradilan dan melakukan eksaminasi serta perubahan putusan pengadilan yang terindikasi merupakan putusan yang salah. Perbedaannya adalah Innocence Project menggunakan DNA sebagai salah satu alat pembuktian. Berdiri pada 1992, proyek itu telah berhasil membebaskan 343 orang yang mengalami salah putus dan peradilan yang tidak adil, termasuk 20 orang yang terancam hukuman mati.

David Cohen juga menjelaskan bahwa Innocence Project merupakan salah satu bukti bahwa reformasi hukum dapat dilakukan oleh grass-root dan gerakan yang dilakukan oleh lembaga nonprofit. Namun, ia menegaskan bahwa akar dari reformasi hukum tentu dari lembaga penegak hukum itu sendiri. Tanpa adanya kesadaran dan upaya yang nyata dari lembaga hukum, maka cita-cita reformasi hukum tidak akan mampu dicapai.

Penulis: DMI
Editor : APH

Kabar

Pengajar Jentera Menjadi Ahli dalam Sidang Uji Materiil UU Minerba

Ketua Bidang Studi Hukum Pidana Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Anugerah Rizki Akbari, memberikan […]

OPIUM Jentera: Peluang Penerapan Prinsip-Prinsip Plea Bargain dalam Rancangan KUHAP

Guna memfasilitasi masukan yang menganggap Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) sudah tidak relevan dengan […]

Peluang Penerapan Prinsip-Prinsip Plea Bargain dalam Rancangan KUHAP

Saat diundangkan, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dinilai sebagai karya agung bangsa Indonesia, mengandung […]

Napak Tilas Jejak Cak Munir dalam Perjuangan Buruh

Munir, buruh, dan pekerja migran adalah ikon yang saling berikat kuat satu sama lain. Pada […]

RUU Hukum Acara Perdata dan Arah Reformasi Eksekusi Perdata

Pemerintah melalui instrumen perencanaan pembangunan nasional sudah menyinggung reformasi hukum perdata dan hukum acara perdata. […]

Peran Penting Bahasa dalam Pembentukan Hukum dan Kebijakan

Bidang Studi Dasar-dasar Ilmu Hukum STH Indonesia Jentera bersama Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia […]

Prinsip Pemidanaan dalam Rancangan KUHP

Pengajar Jentera, Anugerah Rizki Akbari dan Rifqi S. Assegaf menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk “Sentencing Principles […]

Mahasiswa Jentera Terbitkan Podcast Suara Jentera

Mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera mata kuliah Kewarganegaraan tahun 2021/2022 mengerjakan proyek kelompok dengan […]