Pemilu, Kedaulatan Rakyat, dan Demokrasi di Masa Pandemi

Pada Desember 2020, sebanyak 270 daerah direncanakan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak setelah ditunda selama 3 bulan akibat situasi pandemi Covid-19. Meskipun ditunda, pelaksanaan pilkada bukan berarti tanpa risiko, terutama ancaman atas kesehatan warga.

Bagaimana pelaksanaan pilkada, atau pemilihan umum, seharusnya disikapi dari perspektif negara hukum? Apakah regulasi di Indonesia sudah cukup memadai untuk mengantisipasi pelaksanaan kedaulatan rakyat, seperti pemilu, di tengah situasi bencana atau pandemi?

Untuk mengulas hal tersebut, Bidang Studi Konstitusi dan Legisprudensi Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera akan menyelenggarakan:

Kuliah Umum bertajuk “Pemilu, Kedaulatan Rakyat, dan Demokrasi di Masa Pandemi”

Oleh: Titi Anggraini, S.H., M.H., Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).

Kuliah Umum akan diselenggarakan pada:

Kamis, 17 September 2020
Pukul 15.30 – 17.00 WIB

Live melalui ZOOM Webinar

Kuliah Umum ini merupakan bagian dari kuliah pembuka pada mata kuliah Pemilihan Umum dan Partai Politik dan terbuka hanya bagi civitas academica STH Indonesia Jentera.