Diskusi Literasi Keuangan dalam Perkembangan Transaksi Perbankan di Indonesia

Bank Indonesia (BI) mencatat kenaikan transaksi perbankan digital sebesar 37,8% dan uang elektronik sebesar 24,42% di masa pandemi Covid-19. Keterbatasan interaksi fisik memicu percepatan pertumbuhan transaksi keuangan digital karena ketergantungan masyarakat pada layanan yang disediakan platform digital. Walaupun penggunaan layanan keuangan digital meningkat, literasi keuangan digital terhitung rendah. Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, indeks inklusi keuangan Indonesia masih tertinggal dari Singapura, Malaysia, dan Thailand. Padahal, Indonesia pada 2020 meratifikasi Protokol ASEAN tentang paket komitmen atas pelayanan keuangan yang akan berpengaruh pada kondisi perbankan nasional. Untuk mendiskusikan lebih lanjut mengenai pentingnya literasi keuangan di Indonesia, Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera bersama dengan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) akan menyelenggarakan diskusi “Literasi Keuangan dalam Perkembangan Transaksi Perbankan di Indonesia”.

 

Pembicara:
Muhammad Faiz Aziz – Ketua Bidang Studi Hukum Bisnis STH Indonesia Jentera dan Direktur Kerja Sama dan Kemitraan PSHK
Pia Dunlop – Mahasiswa J.D. University of New South Wales dalam program Kerjasama magang PSHK dengan ACICIS

Moderator:
Muhammad Arif Hidayah – Alumnus STH Indonesia Jentera

 

Acara akan diselenggarakan pada:
Kamis, 11 Februari 2021
15.00 – 17.00 WIB

 

Live melalui ZOOM
Registrasi: http://bit.ly/jentera-literasikeuangan