Kabar

“Buat sesuatu yang Berarti, Kesuksesan akan Mengikuti”

Posted by on 28/06/2016 in Kabar

Memilih profesi apapun setelah lulus dari Fakultas Hukum sangatlah dimungkinkan. Satu hal yang penting untuk dijaga adalah integritas dan kebermanfaatan bagi orang lain. Itulah kesimpulan dari talkshow “Berkarier di Dunia Hukum: Buat sesuatu yang Berarti, Kesuksesan akan Mengikuti” di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera pada Sabtu (25/6).

Talkshow ini menghadirkan Najwa Shihab (Jurnalis, kreator Mata Najwa), Ahmad Fikri Assegaf (Pendiri kantor hukum Assegaf, Hamzah & Partner) dan Bivitri Susanti (Wakil Ketua STH Indonesia Jentera) dengan dipandu oleh Rizky Argama (Pengajar STH Indonesia Jentera).

Dalam acara tersebut, Fikri dan Najwa menceritakan pengalamannya dalam berkarir sebagai advokat dan sebagai jurnalis. Fikri menjelaskan bahwa menjalani profesi sebagai advokat bukan semata karena ingin mencari keuntungan finansial, namun menjalani profesi harus dengan jujur dan penuh kebanggaan. Ia menyatakan bahwa kebijakan di kantor hukumnya untuk tidak menyogok ketika berperkara di pengadilan maupun mengurus berbagai proses perijinan, menjadi sesuatu yang membanggakan bagi para advokat di kantornya.

Sementara Najwa menyatakan bahwa dalam berkarir sebagai jurnalis, pendidikan hukum yang ia tempuh sangat bermanfaat karena berbagai peristiwa yang ia liput dan angkat, hampir selalu berkaitan dengan hukum maupun politik Sebagai jurnalis, riset menjadi hal utama yang harus ia lakukan, dan pengetahuan hukum yang ia miliki sangat membantunya.

Keduanya sepakat bahwa definisi sukses adalah kalau apa yang mereka lakukan bisa bermanfaat untuk orang lain. Menurut Bivitri Susanti, apa yang disampaikan oleh Fikri dan Najwa sangat sejalan dengan nilai-nilai yang ada di Jentera. “Di Jentera, kami sampaikan pada mahasiswa, bahwa setelah lulus mereka dapat memilih profesi apapun, yang penting, menjaga integritas dan memberikan kontribusi”ujar Bivitri. “Paling minimal adalah menjaga integritas dirinya sendiri, tapi lebih baik lagi bila melakukan sesuatu untuk pembaruan hukum”lanjutnya.

Ini sejalan dengan berbagai riset dan survey yang ada, dimana kecenderungan generasi milineal tidak sekadar mengejar karir, tapi mempunyai keinginan untuk membuat perubahan.

Talkshow di atas merupakan acara hari kedua dari rangkaian dua hari acara Open House Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera dan Pameran Mahasiswa dengan tema: Potret Hak Asasi Manusia dalam Lembaran Konstitusi. Selain talkshow, terdapat presentasi dari dua mahasiswa angkatan pertama Jentera, yaitu Siti Rahayu dan Muhammad Kahfi, stand up comedy oleh Adriano Qolbi, dan penampilan dari Adrian Yunan (personil Efek Rumah Kaca) serta pemutaran film Kembang 6 Rupa.

Sebelumnya, pada Jumat (24/6) telah berlangsung talkshow dengan tema Tantangan Profesi Hukum di Indonesia dengan narasumber Chandra Hamzah (Advokat, Komisioner KPK 2007-2011), Yunus Husein (Ketua Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera), Inayah Assegaf (Wakil Ketua Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera) dengan dipandu oleh Haris Azhar (Koordinator Kontras).

Selain talkshow dan pembukaan pameran, acara open house hari pertama diisi dengan presentasi dua mahasiswa Jentera, yaitu Aqmilatul Kamila yang menceritakan mengenai pameran mahasiswa, dan Lovina, yang menyampaikan presentasi mengenai tawaran solusi dalam penyelesaian konflik yang melibatkan masyarakat adat. Makalah dengan tema inilah yang mengantarkan Lovina meraih juara lomba Essay Agraria tingkat nasional beberapa waktu lalu. Acara ditutup dengan penampilan dari Ari-Reda dan menonton film Yap Thiam Hien dan film pemenang Festival Antikorupsi.

 

Kabar

Mengenal Berbagai Profesi Hukum Bersama SMAN 2 Jakarta

  STH Indonesia Jentera menyelenggarkan kunjungan #JenteraMenyapa ke SMAN 2 Jakarta dengan tema “Mengenal Profesi Hukum” pada […]

Pengajar Jentera Nilai Terjadi Pelambatan Demokrasi di Indonesia

  Pengajar Jentera, Bivitri Susanti menjadi salah satu narasumber dalam Asia in Review (AiR) online […]

Pengajar STH Indonesia Jentera Terpilih Menjadi Anggota Komisi Yudisial

Seluruh sivitas akademika STH Indonesia Jentera mengucapkan selamat atas terpilihnya Binziad Kadafi sebagai Anggota Komisi […]

STH Indonesia Jentera Menyelenggarakan Training Advokasi Kebijakan Publik secara Daring

STH Indonesia Jentera menyelenggarakan pelatihan secara daring bertema “Understanding Law and Policy Advocacy: To Create […]

Pengajar Jentera Terlibat Aktif dalam Upaya Penguatan Pendidikan Hukum di Indonesia Timur

Pengajar STH Indonesia Jentera, Bivitri Susanti, menjadi salah satu narasumber dalam salah satu sesi Week […]

STH Indonesia Jentera Berpartisipasi dalam Anti-Corruption Summit-4 2020

STH Indonesia Jentera berpartisipasi dalam agenda Anti-Corruption Summit-4 2020 yang diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi […]

Sambutan Ketua STH Indonesia Jentera Terpilih Periode 2020-2024

  Sambutan Ketua STH Indonesia Jentera terpilih pada proses serah terima jabatan kepengurusan STH Indonesia […]

Pergantian Pengurus STH Indonesia Jentera

  Kepengurusan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera baru saja berganti. Pada Kamis, 12 November 2020 […]