Kabar

Bincang Jentera Online: Menjaga Mental Tetap Sehat di Tengah Pandemi untuk Mahasiswa Rantau

Posted by on 17/04/2020 in Kegiatan

Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera menyelenggarakan Bincang Jentera Online bertajuk “Menjaga Mental Tetap Sehat di Tengah Pandemi untuk Mahasiswa Rantau” pada Rabu (15/4/2020) melalui platform zoom. Hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut Maria Puspita, Psikolog Mitra Yayasan Pulih, dan Yogi Prastia, Mahasiswa STH Indonesia Jentera, sebagai moderator.

Penyelenggaraan diskusi ini dilatarbelakangi oleh pandemi Covid-19 yang belum dapat diprediksi kapan berakhirnya dan imbasnya terhadap kesehatan mental terutama untuk mahasiswa perantau. Seperti diketahui, pandemi ini memaksa kita untuk melakukan physical distancing hingga berdiam diri di tempat tinggal masing-masing apabila tidak ada keperluan yang mendesak. Di beberapa daerah bahkan telah ditetapkan status Pembatasan Sosisal Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya untuk meminimalisir penyebaran pandemi. Hal tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap pelajar atau mahasiswa yang tinggal jauh dari rumah atau merantau.

Maria menjelaskan terdapat beberapa situasi yang kini dihadapi oleh mahasiswa perantau di tengah pandemi; jauh dari keluarga, ruang gerak lebih terbatas, akses akan kebutuhan sehari-hari terbatas, dan menghadapi dilema untuk memilih pulang kampung atau tidak. Karena situasi tersebut, tidak jarang mahasiswa perantau kemudian mulai merasakan kecemasan dan ketakutan yang berakibat pada terganggunya aktivitas sehari-hari.

Maria berpandangan bahwa di situasi sekarang, menjadi wajar apabila mahasiswa perantau, atau bahkan kita secara umum, merasakan cemas dan takut. Ia kemudian berpendapat bahwa kita perlu untuk mencari tahu sebab dan mengontrol pikiran negatif tersebut, agar tidak kemudian menganggu aktivitas dan produktifitas sehari-hari.

Maria juga menambahkan terdapat beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengontrol pikiran negatif dan beradaptasi dengan situasi sekarang. Hal tersebut tentu dimulai dengan menjaga kesehatan fisik, yakni dengan rajin mencuci tangan, menggunakan masker apabila diharuskan beraktivitas di luar, menjaga kebersihan, mengkonsumsi makanan yang sehat, istirahat yang cukup dan olahraga teratur.

Selain itu kita juga perlu untuk menjaga kesehatan mental yang sangat memiliki pengaruh terhadap imun tubuh. Kesehatan mental dapat dijaga dengan tetap menjalin relasi dengan keluarga dan teman, beraktivitas yang menyenangkan seperti menjalankan hobi, hingga membatasi diri dari berita yang destruktif. Maria juga menyinggung beberapa aktivitas psikologis yang dapat kita lakukan agar tetap menjaga kesehatan mental seperti relaksasi, menyampaikan kalimat afirmatif untuk diri sendiri, dan berkonsultasi dengan ahli apabila diperlukan.

 

Kabar

Call For Paper Jentera: Jurnal Hukum Edisi Vol. 4 No. 2 (2021)

Jentera bertujuan memfasilitasi dan mendorong pembaruan hukum dan kebijakan di Indonesia, mempublikasikan kajian-kajian bidang hukum […]

Mahasiswa Jentera Terpilih Mengikuti IISMA 2021 di Michigan State University

Mahasiswa Jentera Angkatan IV, Aisyah Assyifa terpilih menjadi salah satu peserta Indonesian International Student Mobility […]

Pengajar Jentera Menjadi Ahli dalam Gugatan Tata Usaha Negara ke Kepala BNN

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Anugerah Rizki Akbari, menjadi ahli dalam sidang yang […]

Berbisnis di Tengah Kekacauan Hukum: Legalisme Iliberal di Indonesia

Berbisnis di tengah kekacauan hukum: Legalisme iliberal di Indonesia merupakan penelitian yang berangkat dari situasi […]

Perlunya Reformasi Sistem Peradilan Pidana untuk Mengatasi Overcrowding Lapas

Beberapa saat yang lalu kita dikejutkan oleh pemberitaan mengenai kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang […]

Tantangan Tata Kelola Pemerintahahan Daerah di Masa Pandemi

  Selama satu setengah tahun terakhir, banyak pemerintah daerah yang harus bekerja lebih keras dalam […]

Jentera Sambut Mahasiswa Baru dengan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus

STH Indonesia Jentera menyelenggarakan Orientasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2021/2020 pada 13-15 September 2021 secara […]

Orasi Ilmiah: Quo Vadis Kebebasan Akademik dan Tanggung Jawab Intelektual

Kebebasan berpikir, kebebasan akademik, dan kebebasan berpendapat merupakan hak universal dan penanda utama eksistensi kaum […]