Kabar

Berkenalan dengan Berbagai Profesi Hukum

Posted by on 22/04/2020 in Kabar, Kegiatan

Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. Profesi merupakan pekerjaan yang membutuhkan pendidikan formal dan pengetahuan khusus, biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik serta proses sertifikasi dan lisensi.

Hal tersebut disampaikan pengajar Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, Inayah Assegaf dalam program Kelas.mu Belajar Live! bertema “Profesi di Bidang Hukum” yang diselenggarakan oleh Sekolah.mu pada Kamis (16/4/2020). Kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui platform Youtube.

Lebih lanjut, Inayah mencontohkan beberapa profesi di bidang hukum seperti hakim yang merupakan pejabat yang melaksanakan tugas kekuasaan kehakiman. Untuk menjadi hakim, setelah lulus sarjana hukum diharuskan untuk mengikuti seleksi sebagai calon hakim dan menjalani pendidikan serta pelatihan hakim.

Sementara profesi lainnya yang cukup terkenal adalah advokat/pengacara yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan dan memenuhi persyaratan berdasarkan Undang-undang Nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat. Untuk menjadi advokat, sarjana hukum harus mengikuti pendidikan profesi advokat dan lulus ujian serta magang selama dua tahun di kantor advokat.

Advokat bisa bekerja bekerja di kantor firma hukum, bisa juga di lembaga bantuan hukum sebagai advokat publik yang bertugas memberikan bantuan hukum kepada masyarakat rentan.

Inayah juga mencontohkan profesi notaris, jika ingin menekuni profesi ini diharuskan mengambil magister kenotariatan dan magang di kantor notaris selama satu tahun. Selain itu, terdapat profesi legal officer di korporasi ataupun lembaga pemerintahan.

Untuk lulusan hukum yang memiliki minat terhadap bidang penelitian dan pengajaran juga dapat memilih profesi sebagai peneliti hukum dan dosen hukum. Terdapat pula profesi sebagai perancang peraturan yang bertugas menyusun rancangan peraturan perundang-undangan.

Inayah juga menuturkan masih banyak lagi profesi non-hukum yang memerlukan lulusan hukum. Contohnya adalah jurnalis, diplomat, aktivis, hingga politisi. Profesi tersebut memang tidak dikhususkan bagi lulusan hukum, namun latar belakang hukum akan sangat membantu dalam menjalani pekerjaan tersebut.

Sebagai penutup, Inayah berpesan dalam memilih profesi yang ditekuni harus sesuai dengan minat kita, menjaga integritas, menjalankan profesi yang ditekuni dengan baik, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Kabar

Jentera dan KOMPAK Menyelenggarakan Pelatihan Advokasi Kebijakan Publik

STH Indonesia Jentera bekerja sama dengan Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) menyelenggarakan pelatihan […]

Pengajar Jentera Dilantik Menjadi Hakim Ad Hoc Tipikor Pengadilan Negeri Palangkaraya

Seluruh sivitas akademika Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera mengucapkan selamat atas terpilihnya Muji Kartika […]

Empat Perguruan Tinggi Hukum Menyerahkan Prosiding Konsultasi Nasional Pembaruan KUHP 2021 pada Kementerian Hukum dan HAM RI dan Tim Perumus RKUHP

Pusat Studi Kebijakan Kriminal Universitas Padjadjaran, Pusat Pengembangan Riset Sistem Peradilan Pidana (PERSADA) Universitas Brawijaya, […]

Jentera Jalin Kerja Sama dengan SBM ITB

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera menandatangani Perjanjian Nota Kesepahaman dengan Sekolah Bisnis dan Manajamen […]

Jentera bersama BI Menyelenggarakan Pelatihan Hukum Siber dan Keuangan Digital

STH Indonesia Jentera bekerja sama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Hukum Siber dan Keuangan […]

Memahami Permasalahan Kelompok Rentan Berhadapan dengan Hukum

Kondisi buruk kerap dihadapi anak-anak saat berhadapan dengan hukum dalam posisi sebagai tersangka atau terdakwa. […]

Pentingnya Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) bagi Organisasi

Pemahaman perihal tindak korupsi menjadi hal yang penting sebagai salah satu upaya pemberantasan korupsi itu […]

Jentera dan SMAS Citra Kasih Jakarta Selenggarakan Diskusi terkait Bullying

Merujuk data U.S. Department of Health and Human, perilaku bullying atau perisakan dalam bahasa Indonesia, […]