Kabar

Berbagi Daya Kritis dan Semangat Belajar

Posted by on 17/04/2016 in Kabar

STH Indonesia Jentera berhasil masuk deretan 6 besar dari jumlah peserta sebanyak 24 tim dari seluruh Indonesia dalam acara Lomba Debat Hukum Nasional Padjajaran Law Fair 2016. Selama 3 hari,1 5—17 April 2016, keduapuluhempat tim memperdebatkan 11 mosi: 6 mosi untuk babak penyisihan, 4 mosi untuk babak semi final, dan 1 mosi untuk babak final. STH Indonesia Jentera yang diwakili oleh Tim Debat (Martadina Yosefin Siregar, Aqmilatul Kamila, Muhammad Kahfi Rahmat Sampurno) dan Tim Riset (Grace Salint Bethania Sianipar, Maryam, Muhammad Al Ayyubi Harahap) melalui 5 mosi yang mengantarkannya sampai akhir lomba debat.

Mosi pertama yang dilalui Tim Debat STH Indonesia Jentera dalam acara yang memperebutkan Piala Prof. Sri Soemantri tersebut adalah Legal Standing Warga Negara Asing dalam Constitutional Review dengan tim kontra berasal dari Universitas Indonesia. Mosi selanjutnya adalah Pembentukan Pengadilan HAM ASEAN dengan tim kontra dari Universitas Sebelas Maret Surakarta dan Ratifikasi Konvensi ILO 169 tentang Masyarakat Hukum Adat dengan tim pro dari Sekolah Tinggi Hukum Bandung. Dalam babak semi final mosi yang diusung adalah MPR sebagai Penafsir Tunggal UUD 1945 dengan tim pro dari Universitas Katolik Parahyangan dan mosi Penguatan Wewenang DPD dengan tim pro dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Untuk berada sampai di semi final, para mahasiswa semester dua ini mengisi waktu mereka selama sebulan terakhir untuk berlatih dengan dampingan Mulki Shader, Miko S. Ginting, dan Estu Dyah. Dua minggu awal, mereka terus-menerus berdiskusi membedah mosi hingga larut malam di kampus. Selain riset yang mereka lakukan sendiri, mereka juga mengajak diskusi beberapa dosen. Kemudian, dua minggu selanjutnya, mereka menghabiskan malam untuk berlatih verbal. Pendamping tim debat, dosen, mentor, dan pihak kampus STH Indonesia Jentera mendukung kegiatan ini karena terus memicu daya kritis mahasiswa dan juga menularkan semangat belajar yang tinggi.

Bukan hanya mendorong semangat belajar, lomba debat yang diselenggarakan oleh BEM FH Unpad bersama MPR RI tersebut semakin membangun keakraban para mahasiswa STH Indonesia Jentera. Latihan yang intensif merekatkan mereka dalam bekerja sebagai tim karena mahasiswa di luar tim debat terus memberikan dukungan juga. Menurut Mulki Shader, “Lomba debat ini juga membuka peluang mereka (mahasiswa STH Indonesia Jentera) untuk berinteraksi dnegan kampus-kampus lain.” Ia menambahkan, pengalaman itu bisa menebalkan rasa percaya diri mereka.

Kabar

Strategi untuk Melawan Impunitas

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Amnesty International Indonesia, Kelompok Kerja Indonesia-Belanda untuk Keadilan dan […]

Sekolah Aman dan Nyaman Tanpa Kekerasan Seksual

Ancaman kekerasan seksual yang menimpa anak dan remaja belakangan mendapat perhatian serius.  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, […]

Jentera Terbitkan Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus

STH Indonesia Jentera resmi memberlakukan Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di lingkungan kampus melalui […]

Pengaturan Tindak Perkosaan dalam RUU TPKS

Urgensi pengaturan perihal tindak perkosaan dalam Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) dapat […]

Aspek-aspek Nonhukum dari Impunitas

  Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Amnesty International Indonesia, Kelompok Kerja Indonesia-Belanda untuk Keadilan […]

RUU Hukum Acara Perdata di Persimpangan Jalan

Di tengah perkembangan zaman yang begitu pesat dan permasalahan masyarakat yang sangat beragam diperlukan instrumen […]

Jentera dan Kepaniteraan Mahkamah Agung Sepakati Kerja Sama Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia […]

Impunitas dalam Sistem Hukum Indonesia

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Amnesty International Indonesia, Kelompok Kerja Indonesia-Belanda untuk Keadilan dan […]