Kabar

Belajar Sistem Ekonomi dari Chatib Basri

Posted by on 29/10/2018 in Kabar, Kelas Inspirasi

Kamis (25/10), Muhammad Chatib Basri, Menteri Keuangan Republik Indonesia 2013-2014, menjadi dosen tamu dalam Mata Kuliah Pancasila. Dalam kelas tersebut, Pak Dede, sapaan akrab Chatib Basri, membawakan topik Ekonomi Pasar vs Ekonomi Komando. Ia kemudian memaparkan dua sistem ekonomi tersebut dan bagaimana posisi kebijakan negara-negara yang menganutnya.

Ekonomi pasar dimotori oleh pemikiran Friedrich Hayek, Milton Friedman dan Chicago School. Pak Dede menuturkan bahwa sistem ekonomi pasar erat kaitannya dengan konsep-konsep seperti otonomi individu, invisible hand, impartiality dan flexibility. Otonomi individu dalam sistem pasar ditandai dengan kebebasan individu dalam kepemilikan barang. Oleh karena itu, hal-hal yang menyangkut keabsahan dalam kepemilikan tersebut seperti adanya kontrak atau sertifikat kepemilikan menjadi penting untuk dikedepankan.

Dalam sistem ekonomi pasar, kapasitas individu dianggap lebih dari negara. Individu memiliki kebebasan untuk menentukan preferensinya dan tidak dapat dikekang oleh negara. Selain itu, karena sistem ini berjalan mengikuti mekanisme pasar, maka penyelesaian permasalahan ekonomi juga kembali kepada bagaimana pasar bekerja. Itulah mengapa disebut sebagai invisible hand, di mana keseimbangan pasar terbentuk secara natural dengan adanya interaksi dan relasi antara penawaran dan permintaan.

Di lain sisi terdapat juga ekonomi komando dengan Karl Marx sebagai salah satu pencetus utama teori tersebut. Pak Dede menjelaskan bahwa dalam sistem ini, perekonomian diatur secara ketat oleh negara. Dalam sistem ini negara dianggap sebagai diktator ploretariat. Kepemilikan sumber daya dan distribusinya menjadi kuasa penuh negara dan individu tidak memiliki banyak pilihan.

Pak Dede kemudian juga menambahkan perihal sistem yang mengakomodir keduanya yakni teori mixed economy yang diajukan oleh John Maynard Keynes. Dalam sistem tersebut baik negara maupun individu sama-sama memiliki pengaruh terhadap kondisi perekonomian. Negara memiliki peran untuk mengelola sektor publik yang menjadi salah satu pondasi dari sistem perekonomian.

Dalam sistem tersebut, negara juga memiliki peran yang besar untuk menstabilkan kondisi perekonomian di saat krisis. Pak Dede menjelaskan bahwa hal tersebut yang menjadi inspirasi implementasi kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ketika kondisi perekonomian sedang lesu, negara membagikan uang tunai kepada masyarakat dengan harapan permintaan menjadi naik dan roda perekonomian dapat berputar kembali. Namun pembagian uang tunai tersebut tetap diperhitungkan secara matang nominalnya, yakni tidak lebih tinggi dari UMR agar masyarakat tetap bekerja dan berpenghasilan serta tidak hanya mengandalkan bantuan. (MH)

Kabar

OPIUM: Meninjau Kembali Definisi Terorisme dalam Konvensi ASEAN Mengenai Pemberantasan Terorisme

Bidang Studi Hukum Pidana STH Indonesia Jentera menyelenggarakan OPIUM (Obrolan Puri Imperium) bersama Pengajar Jentera, […]

Metode Belajar Socio-Legal: Sebuah Pengalaman dari STH Indonesia Jentera

Bivitri Susanti mewakili Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera berbicara tentang pengalaman Jentera dalam menerapkan metode […]

Kesalahan Penghukuman: Percakapan dengan Delphine Lourtau

Bidang Studi Hukum Pidana Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera menyelenggarakan diskusi publik berjudul “Wrongful Convictions: […]

Mahasiswi STHI Jentera Raih Juara 3 Lomba Esai Agraria ke-5 Tahun 2019

Mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Rizky Zakariya, berhasil menjadi Juara III dalam Lomba […]

Tim Jentera Menjadi Juara III dalam Kompetisi Karya Tulis Ekonomi Bebas Korupsi

  Tim STH Indonesia Jentera, yang diwakili oleh Rizky Zakariya, Siti Ismaya dan Yogi Prastia, […]

Menyambut Mahasiswa Baru, BEM Jentera Menyelenggarakan POSE 2019

Badan Eksekutif Mahasiswa STH Indonesia Jentera menyelenggarakan rangkaian Pekan Olahraga dan Seni (POSE) pada Jumat-Senin, […]

Wisuda Sarjana Pertama Sekaligus Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019/2020

Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera menyelenggarakan Sidang Senat Akademik Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019-2020 […]

Menguatkan Pendidikan Tinggi Hukum di Wilayah Timur Indonesia

  STH Indonesia Jentera bekerja sama dengan Van Vollenhoven Institute Universitas Leiden, Fakultas Hukum UGM, […]