Kabar

Badan Pengelola Regulasi untuk Sistem Peraturan yang Lebih Baik

Posted by on 04/03/2020 in Kegiatan

Permasalahan terkait regulasi yang umum terjadi di banyak negara adalah inkonsistensi pengaturan, absennya monitoring dan evaluasi terhadap regulasi, proses pembentukan yang tidak transparan dan tidak akuntabel, serta regulasi yang dibentuk tidak terencana dengan baik. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Cesar Cordova, Senior Director di Jacobs, Cordova & Associates, dalam kuliah umum internasional bertajuk “Setting and Appraising Regulatory Institution” di Kampus Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, Jumat (28/2/2020) lalu.

Dr. Cordova adalah ahli reformasi regulasi yang telah membantu lebih dari 50 negara dalam berbagai proyek perbaikan tata kelola pemerintahan. Saat ini, ia tengah membantu Pemerintah Indonesia mengembangkan reformasi regulasi.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa terdapat tiga sumbu utama dalam reformasi regulasi, yaitu meningkatkan kualitas regulasi yang sudah eksis lewat deregulasi dan kodifikasi, lalu memastikan kualitas regulasi yang akan dikeluarkan lewat beberapa pendekatan seperti Regulatory Impact Assesment (RIA), dan membentuk sistem manajemen regulasi yang lebih baik.

Ia juga berpendapat bahwa, dalam melaksanakan reformasi regulasi, diperlukan lembaga yang fokus pada fungsi pengelolaan peraturan perundang-undangan. Lembaga itu bertugas untuk melakukan perencanaan, harmonisasi dan sinkronisasi, serta monitoring dan evaluasi atas peraturan perundang-undangan.

Beberapa lembaga yang dapat menjadi rujukan, antara lain,Subcommittee for Regulation and System Reform di Jepang, Regulatory Reform Committee di Korea Selatan, National Regulatory Control Council di Jerman, dan Administrative Board for Administrative Burdens di Belanda.

Dalam kesempatan tersebut, peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) yang juga pengajar STH Indonesia Jentera, Rizky Argama, menyampaikan secara singkat hasil kajian PSHK bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terkait persoalan reformasi regulasi di Indonesia. Studi itu, menurutnya, mengonfirmasi beberapa gejala yang sudah diyakini oleh berbagai pihak mengenai kelemahan dalam sistem perundang-undangan Indonesia, seperti tidak sinkronnya perencanaan legislasi dengan perencanaan pembangunan, hiperregulasi dan tumpang tindih antarperaturan, serta tidak terlembaganya monitoring dan evaluasi peraturan.

Kuliah internasional yang dimoderatori oleh Wakil Ketua STH Indonesia Jentera, Bivitri Susanti, tersebut  terlaksana berkat kerja sama PSHK dan STH Indonesia Jentera. Selain dihadiri mahasiswa, kegiatan itu berhasil menarik perhatian berbagai kalangan, seperti praktisi hukum, peneliti, serta jurnalis yang turut aktif menyampaikan pertanyaan dalam sesi diskusi.

Kabar

Podcast Bincang Jentera Episode 3: Sepak Bola Indonesia, Masih Ada Harapan?

Sepakbola Indonesia tidak hanya dapat dinikmati dari permainan dan kompetisinya. Lebih luas dari itu, juga […]

Meneropong Persaingan Usaha Sektor E-Commerce di tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 yang mewabah ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, kemudian banyak merubah pola kehidupan. Salah […]

Menakar Praktik Pembentukan Undang-Undang dan Tindakan Pemerintah Yang Melawan Putusan Pengadilan

Pemerintah dalam beberapa kesempatan melakukan tindakan yang melanggar putusan pengadilan baik dalam bentuk regulasi dan […]

Ulang Tahun ke-9, Jentera Luncurkan Podcast Bincang Jentera

Pada 1 Juli 2011, Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera didirikan oleh beberapa akademisi dan […]

Objektivitas Tuntutan Jaksa dalam Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Penuntut Umum mengajukan tuntutan 1 tahun penjara terhadap pelaku penyerangan Novel Baswedan. Alasan yang digunakan […]

Aksi Mahasiswa Hukum Melawan Covid-19

Pelaksanaan anjuran untuk jaga jarak fisik atau physical distancing merupakan suatu upaya untuk memutus rantai […]

Mitigasi Risiko dan Pencegahan Penyebaran Infeksi Covid-19 di Lingkungan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera

Menimbang masih tingginya angka kasus penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia serta memperhatikan Keputusan Gubernur DKI […]

Kepengurusan Baru BEM dan BPM STH Indonesia Jentera Tahun 2020-2021

Kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia […]