Pada tahun ajar 2015—2016, Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera telah menerima 20 orang mahasiswa sebagai pembaru hukum pada masa depan yang terdiri dari 9 laki-laki dan 11 perempuan. Mereka diterima melalui tiga jalur penerimaan, yaitu Beasiswa Jentera, Beasiswa Munir Said Thalib, dan jalur umum.

Para pembaru hukum tersebut berasal dari 14 kota di nusantara, mulai dari daerah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat. Bukan hanya berasal dari berbagai daerah, mereka juga mempunyai latar belakang pendidikan yang beragam, seperti Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Madrasah Aliyah, dan Sarjana, bahkan Magister dari dalam maupun luar negeri. Enam orang di antara mahasiswa sudah mempunyai pengalaman di dunia kerja dan aktivis. Tentunya, berbagai corak itu membuat suasana kelas semakin kaya dengan berbagai sudut pandang diskusi dengan tetap mengedepankan semangat egaliter.

Keunggulan Blended

Learning


  • Kuliah jadi lebih fleksibel, efektif, dan efisien
  • Medium belajar beragam
  • Tren belajar di masa depan

Mari bergabung dengan kami , Daftarkan dirimu sekarang!

Keunggulan Program Blended Learning:

  • Metode Belajar
  • Berada di antara komunitas pembaru hukum
  • Program Magang

Mari bergabung dengan kami , Daftarkan dirimu sekarang!

Kabar

Jentera bersama OJK Menyelenggarakan Pelatihan Analisis Permasalahan Hukum Sektor Jasa Keuangan

STH Indonesia Jentera bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (OJK) menyelenggarakan pelatihan bertajuk […]

Proyeksi Desain Kelembagaan Penuntutan dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera menyelenggarakan diskusi Obrolan Puri Imperium (OPIUM) bertajuk “Proyeksi Desain […]

Pengajar STH Indonesia Jentera Terpilih Menjadi Juru Bicara Komisi Yudisial

Seluruh sivitas akademika Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera mengucapkan selamat atas terpilihnya Miko Ginting […]

Pengajar Jentera Menjadi Ahli dalam Persidangan Penghadangan Kegiatan Tambang untuk Hak Lingkungan

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Anugerah Rizki Akbari, menjadi ahli dalam persidangan yang […]

Revisi UU Mahkamah Konstitusi Dinilai Cacat Formil

  Di tengah pandemi Covid-19, DPR dan pemerintah mengesahkan UU Nomor 7 Tahun 2020 tentang […]

Pemerintah dan DPR Harus Libatkan Masyarakat dalam Menyusun Kebijakan

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Bivitri Susanti, bersama Professor of Law at Southwestern […]

Call For Paper Jentera: Jurnal Hukum

Jentera bertujuan memfasilitasi dan mendorong pembaruan hukum dan kebijakan di Indonesia, mempublikasikan kajian-kajian bidang hukum […]

Diskusi dan Peluncuran Buku Crime and Punishment in Indonesia

Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera bersama sejumlah lembaga yaitu The Centre for Indonesian Law, Islam […]